PANDEGLANG, BINGAR.ID – Ribuan masyarakat memadati jalan dan pelataran Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, dalam gelaran “Festival Bubur Suro” di hari ke 10 Asyura bulan Muharram tahun 1448 Hijriah, yang juga bertepatan pada Rabu 25 Juni 2026 Masehi.
Kegiatan yang telah menjadi tradisi tahunan bagi masyarakat Desa Bandung ini, pada tahun 2026 kali ini, selain para tamu undangan, tokoh agama, ulama, tokoh masyarakat, BPD Bandung, Muspika Kecamatan Banjar, juga hadir Bupati Pandeglang, Hj. Rd. Dewi Setiani, bersama sejumlah kepala Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) di Pandeglang
Baca Juga : Ribuan Warga Desa Bandung, Sambut 1 Muharram dengan Pawai Obor
Kepala Desa Bandung, Wahyu Kusnadiharja mengatakan, bahwa Festival Bubur Suro ini merupakan tradisi budaya rutin, yang digelar setiap tanggal 10 Muharram, sebagai bentuk rasa syukur, doa bersama, silaturahmi dan rasa syukur, juga sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya leluhur.
“Festival Bubur Suro ini kembali kita digelar, sebagai bagian dari menjaga dan melestarikan budaya leluhur kita, di samping ungkapan rasa syukur dengan berdoa bersama, sambil merekatkan jalinan silaturahmi antar warga,” aku Wahyu di sela-sela acara.
Dikatakannya juga, bahwa kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Bandung bersama Kelompok Sadar Wisata Desa Bandung ini, sebenarnya memiliki rangkaian acara, yang dimulai sejak tanggal 1 Muharram dengan Pawai Obor.
Baca Juga : Desa Bandung Dipilih Sebagai DSA Dalam Program Binaan FIFGROUP
“Di bulan Muharram ini, kita mengawali kegiatan Asyura sejak 1 Muharram. Mulai dari Pawai Obor, Lomba Kosidahan, Lomba Pildacil, Lomba Adzan, maupun Lomba Marhaban, dengan diakhiri atau puncaknya 10 Muharram ini, yang melibatkan seluruh warga Desa Bandung, untuk sama-sama membuat dan berkreasi melalui hidangan menu bubur, selain menampilkan Bajar UMKM Desa Bandung,” jelasnya lagi.
Masih menurut Wahyu, dalam Festival Bubur Suro tahun 2026 ini, kegiatan itu mengusung tema “Melalui Tradisi, Bukti Cinta untuk Negeri” dengan jumlah peserta sebanyak 8 kampung (RT) se-Desa Bandung, ditambah 2 tim bubur suro dari pihak Sekolah Dasar, dengan estimasi jumlah yang hadir baik tamu undangan maupun peserta sekitar 1500 orang.
Sementara itu, Bupati Pandeglang, Hj. Rd Dewi Setiani yang hadir pada acara tersebut mengaku bangga. Menurutnya kegiatan semacam ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Pandeglang.
“Ini baru pertama kali saja hadir, saya sangat kaget, ternyata Desa Bandung banyak berliannya. Melalui kegiatan ini ekonomi bergerak, apalagi desa Bandung memiliki banyak UMKM lokal yang sudah berjalan luar biasa. Ada kerajinan Ekrafnya,dan juga makanannya,” ungkap Dewi.
Baca Juga : “Sinyonya Festival” Desa Bandung, Diserbu Ribuan Pengunjung
Menurutnya juga, bahwa Kegiatan Festival Bubur Suro ini merupakan langkah nyata, suksesnya pembinaan pemerintah desa untuk masyarakat, jadi selain untuk menggeliwtkan perekonomian masyarakatnya, juga bisa lebih mengikat jalinan silaturahmi antar masyarakat, sehingga desa menjadi aman, nyaman dan menyenangkan.
“Ini jarang ditemukan saat ini di desa-desa yang lain, semoga ini dapat dipertahankan dan kedepan bisa semakin meriah lagi,” tutupnya. (Adytia)


