Pandeglang Dikepung Banjir, Pemkab Pastikan Pilkada Tetap Dilaksanakan

Ramadani

Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan Setda Pandeglang, Ramadani. (Foto: Ahmad/Bingar)

PANDEGLANG, BINGAR.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang memastikan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 9 Desember 2020 mendatang, akan tetap dilaksanakan meski saat ini sebagian daerah di Pandeglang terendam banjir.

Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan Setda Pandeglang, Ramadani mengaku, dalam mengantisipasi TPS di beberapa kecamatan yang terendam banjir, pihaknya menginisiasi untuk mencari sekolah yang masih aman dari terjangan aliran banjir.

Baca juga: Tak terima APK Paslon Unggulannya Dicopot, Simpatisan Protes

“Hasil kesepakatan antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan pengawas pemilu (Bawaslu) manakala ada gedung sekolah disatu desa terdiri dari enam ruang kelas pakai semua itu menjadi enam TPS,” kata Ramadhani, Senin (7/12/2020).

Adanya bencana banjir ini, menimbulkan kekhawatiran akan target partisipasi pemilih sebesar 75 persen yang meleset. Untuk mengantisipasi itu, pihaknya mengintruksikan kepada tiap-tiap kacamatan yang wilayahnya terkendala bencana banjir, harus dilakukan mobilisasi dengan menurunkan seluruh armada milik kecamatan untuk menjemput pemilih.

“Untuk partisipasi pemilih, mau tidak mau kita (Pemda-red) harus mempersiapkan kendaraan mobilisasi. Ini mungkin, yang bakal dipikirkan. Ini akan dilihat sampai besok dan terus koordinasi dengan teman-teman camat,” ucapnya.

Baca juga: Gugus Tugas Ingatkan APD Pasca-Pencoblosan Ditangani Serius

“Paling kalau sampai hari H tetap saja kondisi seperti ini, ya itu tadi antisipasinya cari lokasi yang aman. Kita tidak mungkin menunda, karena kalau Pilkada ulang risikonya terlalu tinggi buat penyelenggara di lapangan. Pelaksanaanya tetap 9 Desember kuncinya satu TPS-nya dulu kita amankan,” sambungnya.

Tetapi persoalan tidak sampai di situ, pihaknya juga mengakui adanya keterbatsan armada untuk melakukan mobilisasi menjemput pemilih. Sebab tiap kecamatan hanya memiliki dua unit. Akan tetapi, pihaknya masih terus mempersiapkan guna pelaksanaan Pilkada ini bisa berjalan dengan maksimal.

“Kalau di kecamatan hanya ada dua mobil dinas camat dan kendaraan pick-up. Ya mungkin nanti lihat dulu sampai malam ini,” katanya. (Syamsul/Red)

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru