KKN Mahasiswa UNMA K-19, Bantu Warga Desa Waru Lakukan Normalisasi Irigasi

PANDEGLANG, BINGAR.ID – Buruknya sistem irigasi teknis untuk mengairi lahan pesawahan warga di wilayah Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, menjadi salah satu kendala minimnya tingkat produktivitas hasil pertanian di wilayah tersebut.

Bahkan bukan itu saja, selain buruknya sistem irigasi yang ada, sebagian wilayah Kecamatan Sukaresmi ini pun, selalu menjadi daerah langganan banjir ketika musim hujan, dan kekeringan ketika musim kemarau. Seperti halnya terjadi di wilayah Desa Weru, yang menjadi lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Kelompok 19 Universitas Mathla’ul Anwar (Unma) Banten tahun 2026.

Baca Juga : KKN 11 UNMA, Tanam 1000 Mangrov di Pulau Popole Pandeglang

Kepala Desa Weru, Herman Patoni mengaku, bila daerahnya merupakan lahan datar dan sebagian besar adalah wilayah persawahan, sehingga diperlukan sistem irigasi yang baik. Maka itu pihaknya selaku pemerintah desa, bersama mahasiswa yang sedang melakukan KKN di desanya, sepakat melakukan membuat dan melakukan saluran irigasi.

“Mungpung musim kemarau dan sedikit masih ada air, kami lakukan normalisasi drainase di lingkungan warga. Agar air bisa mengalir dengan baik, dan juga bisa sekaligus mengairi sawah masyarakat, kita bangun saluran irigasi ke persawahan,” jelas Herman, Selasa 28 Juli 2026.

Baca Juga : Saat Pelepasan Ratusan Mahasiswa KKN, Pemkab Pandeglang Apresiasi Kiprah Unma

“Kami berterima kasih kepada mahasiswa KKN kelompok 19 dari Unma yang berperan aktif bergotong royong bersama masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara warga, pemerintah desa, dan mahasiswa dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa,” sambungnya.

Sementara Empud, warga Desa Weru berharap, dengan terbangunnya irigasi dan dilakukannya normalisasi drainase, banjir dan kekeringan yang terjadi setiap tahun, dapat teratasi. Untuk itu, ia sangat berterima kasih atas bantuan dan inisiatif mahasiswa KKN dari kelompok 19 Unma.

Baca Juga : KPU Lebak Jalin Kerjasama di Bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara dengan Kejari

“Kami berharap, setelah ini, pemerintah kabupaten dan provinsi maupun pusat, bisa melanjutkan pembangunan yang sudah dilakukan warga, pemerintah desa dan mahasiswa dengan membangunnya secera permanen,” harapnya.

Muhamad Toha, anggota Kelompok 19 KKN Unma 2026, pemerintah, baik kabupaten, provinsi maupun pusat, dapat memberikan perhatian lebih terhadap persoalan irigasi yang dihadapi warga Desa Weru.

“Kami senang bisa terlibat dalam pembangunan irigasi dan normalisasi drainase ini. Namun, kami kami hanya bias membantu tenaga dan ide, sehingga perlu dilanjutkan pemerintah,” tandasnya.

Sedangkan Nana Sutisna, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 19 Desa Weru, KKN Unma Banten mengatakan, kegiatan ini menjadi contoh nyata sinergi antara warga, pemerintah desa, dan mahasiswa dalam menghadapi persoalan masyarakat.

“Kolaborasi ini, tidak boleh hanya dilakukan secara insidental, tapi harus dilakukan semua kalangan agar persoalan yang dihadapi masyarakat, bisa dengan mudah terselesaikan,” ucapnya singkat. (Adytia)

Berita Terkait