PANDEGLANG, BINGAR.ID – Kelompok 19 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mathla’ul Anwar (Unma) Banten di tahun 2026 kali ini, menjadikan Desa Weru, Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang, menjadikan desa itu sebagai Pilot Project Smart Village.
Hal ini diungkapkan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 19 KKN Unma Banten, Nana Sutisna, menurutnya smart village yang dimaksud, mencakup seluruh kegiatan pelayanan administrasi pemerintahan desa, berbasis website desa dan tanda tangan elektronik.
Baca Juga : KKN Mahasiswa UNMA K-19, Bantu Warga Desa Waru Lakukan Normalisasi Irigasi
“Kegiatan ini merupakan langkah lanjutan dari kerjasama antara Unma Banten, dengan Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi dan Statistik (Diskomsantik) Kabupaten Pandeglang,” jelas Nana Sutisna, Selasa 11 Agustus 2026.
Menurut DPL Kelompok 19 KKN Unma Banten, bahwa sistem ini terkoneksi ke sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE), sistem informasi kearsipan dinamis terintegrasi (Srikandi), layanan digital terpadu Pemkab Pandeglang yakni Didinklik, serta sistem informasi desa dan kawasan (Sideka) yang merupakan aplikasi produk Komdigi.
“Hari ini, kami bersama Bidang Aptika (Aplikasi Informatika-red) Diskomsantik Pandeglang, melakukan bimbingan teknis terhadap operator dan admin, baik dari Pemerintahan Desa Weru maupun Kecamatan Sukaresmi,” lanjutnya.
Baca Juga : Saat Pelepasan Ratusan Mahasiswa KKN, Pemkab Pandeglang Apresiasi Kiprah Unma
Dikatakan Nana, pihaknya juga memberikan pelatihan jurnalistik dan konten terhadap admin, content creator, kelompok informasi masyarakat (KIM), kelompok pemuda, dan perangkat Desa Weru. Hal ini dilakukan agar segala informasi dan promosi Desa Weru dapat terkomunikasi secara masif melalui website resmi desa. Hal ini juga bertujuan menekan hoaks, misinformasi, disinformasi dan malinformasi.
“Kami berharap, setelah Bimtek dan pelatihan jurnalistik ini, website bisa berjalan dan semua konten yang tersaji, merupakan informasi resmi dan terverifikasi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Weru, Herman Fatoni mengaku sangat bersyukur dan bangga desanya dijadikan pilot project digitalisasi pelayanan administrasi pemerintahan desa. Karena dengan program ini, masyarakat dimudahkan dalam mendapatkan pelayanan, dan pihaknya dimudahkan dalam memberik pelayanan kepada masyarakat.
“Saya berterima kasih kepada Kelompok 19 KKN Unma, Camat Sukaresmi dan Diskomsantik Pandeglang yang telah mendukung perkembangan Desa Weru,” katanya.
Baca Juga : Saat Pelepasan Ratusan Mahasiswa KKN, Pemkab Pandeglang Apresiasi Kiprah Unma
Di tempat yang sama, Kepala Bidang Aplikasi Informatika (Aptika) Diskomsantik Kabupaten Pandeglang, Doni Maulana yang membuka kegiatan Bimtek Digitalisasi Pelayanan Administrasi Pemerintahan Desa dan Sosialisasi Desa Digital Tahun Anggaran 2026, menjelaskan, semua program ini merupakan kerjasama antara berbagai pihak, khususnya inisiator yakni Kelompok 19 KKN Unma tahun 2026, Pemerintah Desa Weru, Camat Sukaresmi dan pihaknya.
“Semua program ini gratis, termasuk sub domain website untuk satu tahun. Namun untuk tahun depan, Pemerintah Desa Weru harus membayar sub domain, itupun hanya sebesar Rp 55.000 per tahun. Saya berharap, semua fasilitas ini bisa dimanfaatkan secera optimal,” tandasnya.
Camat Sukaresmi, Tatang Fauzi yang juga hadir dalam kegiatan tersebut mengaku mengapresiasi program kerja yang dilakukan kelompok 19 KKN Unma Banten atas terselenggaranya Bimtek Digitalisasi Pelayanan Administrasi Pemerintahan Desa. Apalagi, program ini meruppakan pilot project yang baru dilakukan di Desa Weru, Kecamatan Sukaresmi.
“Terima kasih kelompok 19 KKN Unma, terima kasih Diskomsantik Pandeglang. Semoga langkah ini menjadikan Desa Weru khususnya, dan Kecamatan Sukaresmi umumnya, akan semakin maju dan berkembang,” harap Tatang. (Adytia)




