PANDEGLANG, BINGAR.ID – Bank Banten Kantor Cabang Pandeglang bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang resmi meluncurkan digitalisasi pemungutan retribusi pariwisata melalui sistem pembayaran non-tunai QRIS di objek wisata Cikoromoy, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang.
Peluncuran yang mengusung tema *“Wujudkan Pelayanan Publik yang Transparan, Akuntabel, dan Modern untuk Pariwisata Pandeglang Maju”* tersebut ditandai dengan transaksi perdana pembayaran retribusi menggunakan QRIS Bank Banten, Kamis (5/11/2026).
Baca Juga : Bank Banten Pastikan Proses Pencairan Gaji PNS Pandeglang “Lancar” Paska RKUD Berpindah
Melalui sistem ini, wisatawan yang berkunjung ke pemandian Cikoromoy dapat membayar retribusi secara non-tunai dengan memindai kode QRIS menggunakan berbagai aplikasi pembayaran digital, seperti Mobile Banking Bank Banten, GoPay, OVO, DANA, ShopeePay, maupun aplikasi perbankan lainnya.
Pimpinan Bank Banten KC Pandeglang, Trio Adit Pamungkas, mengatakan digitalisasi tersebut merupakan bentuk dukungan nyata Bank Banten terhadap transformasi digital pemerintah daerah, khususnya dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pendapatan sektor pariwisata.
Baca Juga : Terkait Pemindahan RKUD ke Bank Banten, Ekonom : Jangan Dipaksakan
“Selama ini, pemungutan retribusi masih dilakukan secara tunai sehingga rawan terjadi selisih, kehilangan, dan sulit diawasi. Dengan QRIS, seluruh transaksi tercatat secara otomatis dan real-time serta langsung masuk ke rekening kas daerah. Ini bukan sekadar perubahan metode pembayaran, tetapi juga bagian dari upaya mewujudkan tata kelola yang bersih,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disparbud Kabupaten Pandeglang, Budi Seuherdiman Januari, menyebut Cikoromoy sebagai destinasi percontohan penerapan sistem pembayaran digital. Jika implementasinya berjalan baik, sistem serupa akan diperluas ke sejumlah destinasi wisata unggulan lainnya.
“Cikoromoy kami jadikan percontohan. Jika berhasil, penerapannya akan diperluas ke Carita, Tanjung Lesung, dan seluruh objek wisata lainnya. Target kami, pariwisata Pandeglang semakin transparan dan modern,” katanya.
Bank Juga : Kas Daerah Pandeglang Akan Dipindahkan ke Bank Banten
Menurut Budi, penerapan QRIS memberikan sejumlah manfaat, mulai dari peningkatan transparansi pengelolaan retribusi hingga optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Setiap transaksi tercatat secara digital dan masuk ke rekening resmi pemerintah daerah sehingga lebih mudah dipantau dan dipertanggungjawabkan.
Selain itu, data transaksi dapat menjadi dasar untuk memetakan jumlah kunjungan wisatawan dan pendapatan harian. Dengan demikian, pemerintah daerah memiliki data yang lebih akurat sebagai bahan evaluasi dan perencanaan pengembangan sektor pariwisata.
Dari sisi pelayanan, sistem pembayaran digital juga dinilai memudahkan wisatawan karena tidak perlu menyiapkan uang tunai atau uang pas. Proses pembayaran menjadi lebih praktis dan efisien.
Digitalisasi ini juga meningkatkan keamanan operasional pengelola wisata. Petugas loket tidak lagi harus menyimpan uang tunai dalam jumlah besar sehingga risiko kehilangan, pencurian, maupun peredaran uang palsu dapat diminimalkan.
Tak hanya untuk pembayaran retribusi, Bank Banten juga memfasilitasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan wisata Cikoromoy dengan layanan QRIS. Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk transaksi pembelian makanan, minuman, dan oleh-oleh.
Dengan demikian, transaksi wisatawan diharapkan turut mendorong perputaran ekonomi masyarakat lokal melalui pembayaran digital yang lebih mudah dan aman.
Budi berharap kolaborasi antara Bank Banten dan Disparbud Pandeglang ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pariwisata yang modern, transparan, serta mampu meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa Bank Banten bukan hanya menjadi tempat penyimpanan uang daerah, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam membangun sistem pelayanan publik yang modern dan terpercaya,” pungkasnya. (Sajid)




