SERANG, BINGAR.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat terjadinya inflasi bulan ke bulan (month to month) sebesar 0,20 persen pada Oktober 2026. Inflasi tersebut tecermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,29 pada September 2026 menjadi 111,51 pada Oktober 2026.
Kepala BPS Provinsi Banten, Yusniar Juliana mengatakan, secara tahun ke tahun (year on year) Provinsi Banten mengalami inflasi sebesar 2,76 persen, sementara secara tahun kalender (year to date) inflasi tercatat sebesar 1,81 persen.
Baca Juga : Belasan Mantan Napiter Ikuti Pelatihan Teknisi AC di BPSDMD Banten
Yusniar menjelaskan, cabai merah menjadi komoditas yang paling besar andilnya terhadap inflasi bulanan di Banten, dengan andil sebesar 0,10 poin persen. Komoditas tersebut disusul oleh tomat dengan andil 0,06 poin persen, cabai rawit 0,04 poin persen, rokok kretek jenis Sigaret Putih Mesin (SPM) 0,03 poin persen, dan ketimun 0,02 poin persen.
“Cabai merah menjadi komoditas yang menjadi pemicu utama terjadinya inflasi month to month,” kata Yusniar dalam Rilis Berita Resmi Statistik yang dikutip, Selasa, (3/11/2026).
Baca Juga : BPS Dorong Pemkab Pandeglang Wujudkan SDI
Di sisi lain, BPS Provinsi Banten turut mencatat lima komoditas yang mengalami penurunan harga dan memberikan andil deflasi. Daging ayam ras tercatat sebagai penyumbang deflasi terbesar dengan andil 0,08 poin persen, diikuti jengkol 0,02 poin persen, telur ayam ras 0,02 poin persen, helm 0,01 poin persen, dan ikan kembung 0,01 poin persen.
Dari lima kabupaten/kota yang menjadi basis penghitungan IHK Provinsi Banten—Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, dan Kota Tangerang—inflasi bulanan tertinggi terjadi di Kabupaten Pandeglang dengan inflasi m-t-m sebesar 0,36 persen. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kabupaten Lebak dengan inflasi m-t-m sebesar 0,12 persen.
Baca Juga : BPS Terjunkan 965 Petugas untuk Sensus Pertanian di Pandeglang
Pola serupa juga terjadi pada inflasi tahunan. Yusniar mengungkapkan, untuk inflasi tahunan atau year-on-year pada Oktober 2026, Kabupaten Pandeglang kembali mencatat angka tertinggi, yakni sebesar 3,95 persen, sedangkan inflasi year-on-year terendah terjadi di Kota Tangerang dengan 2,13 persen.
“Inflasi tahunan atau year-on-year bulan Oktober 2026 tertinggi terjadi di Kabupaten Pandeglang dengan inflasi y-o-y sebesar 3,95 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Tangerang dengan inflasi y-o-y sebesar 2,13 persen,” ujar Yusniar. (Ahmad)




