Tagana dan BSR Salurkan Bantuan Kedaruratan dari Dinsos Pandeglang pada Korban Rumah Roboh

PANDEGLANG, BINGAR.ID – Satu unit rumah milik warga Kampung Sukarame, Desa Pamarayan, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, roboh secara tiba-tiba pada Jumat, 21 Agustus 2026 kemarin. Beruntung pada saat kejadian, Sunawiah (61) selaku pemilik rumah, tidak menjadi korban tertimpa puing rumahnya yang roboh.

Mendengar tragedi rumah roboh milik nenek berusia 61 tahun itu, Taruna Siaga Bencana (Tagana) bersama Boedak Saung Rescue (BSR) Pandeglang, langsung turun ke lokasi kejadian, dan menyalurkan bantuan kedaruratan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang, berupa sembako, makanan siap saji, dan peralatan dapur.

Baca Juga : Tagana dan BSR Telah Salurkan 55 Ribu Liter Air Bersih Pada Warga Terdampak Kekeringan di Pandeglang

Penyerahan bantuan yang dihadiri langsung Kepala Desa Pamarayan, dan didampingi Babinsa dari Koramil Jiput tersebut, juga disaksikan langsung oleh masyarakat dari Kampung Sukarame.

Koordinator Boedak Saung Rescue, Ade Mulyana, mengatakan bantuan itu merupakan bentuk respons, terhadap kondisi warga yang terdampak bencana dan membutuhkan bantuan, untuk memenuhi kebutuhan dasar setelah rumahnya roboh.

“Bantuan ini kami salurkan bersama Tagana, sebagai bentuk kepedulian dan respons kedaruratan, untuk membantu kebutuhan Ibu Sanawiah setelah rumahnya roboh,” ujar Ade Mulyana, Sabtu 22 Agustus 2026.

Baca Juga : MPLS 2026, Tagana dan Boedak Saung Edukasi Mitigasi Bencana pada Siswa di Pandeglang

Masih menurut Ade, saat ini kondisi Sanawiah menjadi perhatian, karena korban tinggal seorang diri dan kini kehilangan tempat tinggal akibat rumahnya roboh.

“Nenek Sunawiah saat ini tinggal sebatang kara, jadi ini menjadi perhatian khusus. Mudah – mudahan rumahnya bisa segera mendapat bantuan untuk kembali didirikan, dan bisa kembali ditempatinya dengan layak,” tambahnya.

Sementar itu, Sunawiah sempat menceritakan awal terjadi rumahnya roboh, menurutnya pada saat peristiwa robohnya rumah itu, dirinya berada didalam rumah sambil makan. Ia kemudian mendengar suara seperti bagian bangunan yang patah atau retak.

Mendengar suara itu, dirinya mengaku langsung bergegas keluar dari rumah, yang tidak lama kemudian bangunan rumahnya iti pun roboh dan nyaris rata dengan tanah.

Baca JugaTagana dan BSR Mulai Salurkan Bantuan Air Bersih ke Wilayah Kekeringan di Pandeglang

“Waktu saya mendengar suara trek, saya pun langsung berlari keluar. Tidak lama setelah itu, rumah saya itu langsung roboh, dengan suara bruk,” aku Sunawiah.

Akibat suara keras dari rumah roboh itulah, kemudian mengundang perhatian warga sekitar. Masyarakat yang mendengar kejadian tersebut langsung berlari menuju lokasi untuk memberikan pertolongan kepada Sanawiah.

Ketua Tagana Kabupaten Pandeglang yang akrab di sapat Mamat ini pun mengatakan, bahwa saat ini kondisi Sanawiah yang hidup seorang diri, membuat kebutuhan terhadap tempat tinggal yang layak menjadi perhatian utama setelah bantuan kedaruratan disalurkan.

“Harapan kita, rumah Nenek Sanawiah bisa segera dibangun kembali, karena beliau hidup sendirian dan sekarang rumahnya sudah tidak bisa ditempati lagi,” ujarnya.

Bantuan dari Dinsos Kabupaten Pandeglang menurut Mamat, langsung disalurkan dalam penanganan awal, berupa sembako, makanan siap saji, serta sejumlah peralatan dapur.

“Bantuan ini hanya berupa bantuan kedaruratan saja, untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar korban, penyaluran bantuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal penanganan terhadap kondisi Sanawiah hingga adanya upaya lebih lanjut untuk membangun kembali rumahnya yang roboh ini,” pungkasnya. (Adytia)

Berita Terkait