Proyek Reaktivasi Kereta Api di Pandeglang Belum Ada Kejelasan

Reaktivasi Kereta Api

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang, Tatang Muhtasar. (Bingar/Ahmad)

PANDEGLANG, BINGAR.ID – Proyek reaktiviasi kereta api Rangkasbitung-Labuan mandek. Soalnya sampai saat ini belum ada kejelasan kapan proyek tersebut akan dimulai.

Padahal sempat tersiar kabar bahwa segmen pertama yang menghubungkan Rangkasbitung-Kadomas, akan dimulai tahun 2021.

“Belum ada kabar. Padahal target 2021 sudah sampai Kadomas. Tapi sampai saat ini belum ada kejelasan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang, Tatang Mukhtasar, Rabu (1/9/2021).

Baca juga: Begini Perkembangan Reaktivasi Kereta Api Rangkasbitung-Labuan

Dia mengaku tidak tahu pasti alasan Kementerian Perhubungan belum juga melaksanakan proyek yang dijanjikan itu. Pemkab Pandeglang kata Tatang, hanya membantu untuk mensosialisasikan pembangunan tersebut kepada warga yang terdampak, terutama merek yang tinggal di atas bantaran rel milik PT. KAI.

“Kendalanya saya kurang tahu, tapi mungkin soal anggaran. Memang masyarakat banyak yang bertanya, tapi sejauh ini belum ada perkembangan yang signifikan karena itu bukan hajat kita, melainkan langsung dari Kemenhub,” bebernya.

Baca juga: Stopplaast Cikaduen, Stasiun Kereta Api Mini Sahabat Penziarah

Dia menilai, belum jelasnya salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) itu akan menghambat pariwisata di Pandeglang. Mengingat kehadirannya setelah non aktif di ear 1980-an silam, selain membuka konektivitas antar wilayah, juga untuk menggenjot sektor pariwisata.

“Kami tugasnya hanya sosialisasi dan itu sudah kami lakukan dari Kadomas hingga Kalang Anyar. Data kalau untuk kerohiman juga sudah siap. Tapi sampai saat ini warga masih menempati jalur yang akan dipakai jadi rel. Kita tunggu saja perkembangannya,” ucapnya.

Baca juga: Kisah Kereta Api Pengangkut Ikan Asin Dari Labuan

Reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan rencananya akan dibagi dalam dua segmen. Segmen pertama dibangun sepanjang 18,7 kilometer yang menghubungkan Rangkasbitung-Kadomas. Sementara segmen II dengan panjang sekitar 38 kilometer yang membentang dari Kadomas-Labuan, baru dimulai sekitar 2 atau tiga tahun pascasegmen pertama.

Berdasarkan rencana, akan ada lima stasiun yang dilintasi, mencakup Kadomas, Kadukacang di Kecamatan Cimanuk, Saketi, Menes, dan berakhir di Labuan. (Ahmad/Red)

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru