Irna Pasrah, Tahun Ini Pandeglang Tak Ada Pembangunan

Irna Pasrah, Tahun Ini Pandeglang Tak Ada Pembangunan

Bupati Pandeglang, Irna Narulita (Foto: Ahmad/Bingar.id)

PANDEGLANG, BINGAR.ID – Bupati Pandeglang, Irna Narulita pasrah dengan kondisi saat ini yang mengharuskan pemerintah daerah meniadakan kegiatan pembangunan. Soalnya, anggaran pembangunan daerah harus dialihkan seluruhnya ke penanganan Covid-19.

Pemerintah daerah tidak punya pilihan lain, setelah muncul Surat Keputusan Bersama (SKB) dua menteri, yang meminta Pemda menyisir kembali kegiatan-kegiatan yang bersumber dari APBD untuk dialihkan kepenanganan dan penanggulangan Covid-19.

“Intruksi SKB dua menteri mengintruksikan, termasuk honor dan tunjangan lain harus disesuaikan. Kegiatan-kegiatan yang harus dihentikan, hentikan semua. Kami sisir lagi kemarin sampai sore. Kondisinya prihatin ya ialah, orang semua lagi prihatin,” kata Irna, Kamis (16/4/2020).

Irna menjelaskan, bukan hanya pembangunan yang belum berjalan, kegiatan pembangunan yang sudah ada pemenang tender maupun yang sudah tanda tangan kontrak pun terpaksa ditunda. Hal itu dilakukan, karena Pemkab khawatir tidak bisa membayar.

“Kami sudah bersurat kepada para penyedia (kontraktor) yang memenangkan tender itu agar ditunda dulu, dan kedua kepala OPD agar stop penyerapan anggaran yang tidak perlu,” ungkapnya.

Adapun anggaran yang bisa diserap, hanya untuk membayar gaji, pelayanan dasar dan, listrik. Selebihnya semua anggaran digeser untuk penanganan Covid-19.

“Keluarahan dan Kecamatan kan perlu anggaran, tentu harus kami bantu. Jadi ada 13 Kelurahan kami upayakan agar dibantu Rp10-40 juta, dan 35 Kecamatan bakal kami upayakan dibantu sekitar 40-50 juta. Itu juga ada gak uangnya, kami intip dulu,” ujarnya.

Tanggal 14 April 2020, Pemda Pandeglang melalui Sekretaris Daerah (Sekda) sudah mengeluarkan surat perihal penundaan sementara pelaksanaan kegiatan TA 2020 yang ditujukan langsung kepada seluruh kepala Organisasi Prangkat Daerah (OPD) sebagai pengguna anggaran.

Surat itu meminta dinas menunda pelaksanaan semua kegiatan sekaligus pengajuan SPM (Surat Perintah Membayar) dan penerbitan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) untuk semua kegiatan yang bersumber dari APBD Murni dan kegiatan flood management in selectes river basins (FMSRB) dan integrated partisipafatori bevelopment of irigation program (IPDMIP) sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan. (Barra/Red).

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru