Dishub Sebut Transportasi Konvensional di Pandeglang Terancam Gulung Tikar

Dishub Sebut Transportasi Konvensional di Pandeglang Terancam Gulung Tikar

Kepala Bidang Trayek Dishub Pandeglang, Tb Encep Supriadi (Foto: Syamsul/Bingar)

PANDEGLANG, BINGAR.ID – Pertumbuhan transportasi daring atau online kini tidak hanya merambah kota-kota besar. Di perdesaan, transportasi modern ini juga sudah melimpah.

Akibatnya, tidak sedikit angkutan perdesaan yang tersisihkan karena kalah bersaing dengan transportasi online yang mengandalkan teknologi.

Kondisi ini dipandang Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang menjadi sebuah ancaman. Kalau moda transportasi konvesional tidak bisa bersaing, bukan tak mungkin mereka akan gulung tikar.

Kepala Bidang Angkutan Dishub Pandeglang, Tb Encep Supriadi mengakui, volume penumpang yang naik angkutan umum terus berkurang. Selain hadirnya moda transportasi online, kini masyarakat juga banyak yang mempunyai kendaraan prbadi.

Baca juga: Moda Transportasi di Buka Lagi, Dishub Pandeglang Tak Khawatir Serbuan Pemudik

“Di Kabupaten Pandeglang sekarang moda transportasi sudah banyak diantaranya ojek online. Dan dengan adanya ojek online ini menjadi satu persaingan dengan angkutan kota yang ada di Pandeglang. kedua juga sekarang rata-rata rumah tangga yang ada di Pandeglang sudah memiliki kendaraan roda dua pribadi,” ucapnya, Jumat (9/10/2020).

Encep menjelaskan, kondisi itu diperparah dengan buruknya layanan transportasi konvensional di Pandeglang. Soalnya, banyak diantara angkutan umum di Pandeglang yang sudah melebihi usia kelayakan. Banyak jumlahnya pun kini sudah tak sebanding dengan kebutuhan penumpang.

“Saat ini kurang lebih ada 500 sampai 600 unit untuk angkutan perkotaan dan perdesaan. Itu pun sudah melebihi umur produk yang ditentukan karena kelayakannya itu maksimal 10 tahun,” katanya.

Baca juga: Dishub Pandeglang “Bingung” Benahi Parkir di Pasar Badak

Dishub sambungnya, tidak bisa menolak masuknya transportasi online di Kabupaten Pandeglang. Hanya untuk mencegah terjadinya bentrok antara pengusaha moda transportasi, pihaknya menekankan agar pengemudi ojek online diprioritaskan yang berdomisili di Pandeglang.

“Kami sudah tegaskan kepada koordinatornya. Supaya driver-nya itu asli Pandeglang. Pertama agar pemasukannya tetap ada, kedua tidak ada saling perselisihan seperti di kota lain,” tandasnya. (Syamsul/Red)

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru