Pasca Musim Kemarau, DPKP Pandeglang Upayakan Produksi Padi Tetap Optimal

Tanti Yulianti

Tanti Yulianti, Kepala DPKP Kabupaten Pandeglang

PANDEGLANG, BINGAR.ID – Dalam rangka meningkatkan hasil pertanian, khususnya padi pasca musim kemarau yang tergolong cukup panjang di tahun 2026 ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang menyiapkan sejumlah strategi, untuk mempertahankan dan meningkatkan hasil produksi padi pasca kekeringan.

Upaya itu menurut Kepala DPKP Pandeglang, Tanti Yulianti, yakni dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber air, sarana dan prasarana irigasi, serta penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Baca Juga : DPKPP Pandeglang Terus Genjot Program PSU Permukiman dan Jalan Lingkungan

“Optimalisasi air permukaan dan air tanah menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan lahan pertanian tetap dapat ditanami dan dipanen,” ungkap Tanti, Senin 5 Oktober 2026.

Dikatakannya juga, sarana dan prasarana seperti irigasi perpipaan, irigasi perpompaan, serta jaringan irigasi tersier, perlu dioptimalkan agar seluruh potensi sumber air yang tersedia, dapat dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian.

“Perlu strategi untuk mengantisipasi dan mengoptimalkan pemanfaatan air permukaan dan air tanah yang ada. Alsintan dan sarana prasarana harus dioptimalkan, seperti irigasi perpipaan, irigasi perpompaan, serta irigasi tersier agar semua potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menarik air sehingga bisa panen,” tambahnya.

Selain mengoptimalkan sumber air, Kepala DPKP Pandeglang ini pun akan melakukan intervensi terhadap lahan sawah yang terdampak kekeringan, termasuk lahan yang mengalami puso. Salah satunya melalui usulan bantuan sarana produksi, berupa benih bagi petani yang lahannya mengalami kerusakan akibat kekeringan.

Baca Juga : DPKP Pandeglang Optimalkan Produksi Pertanian Melalui Pompanisasi

DPKP juga merekomendasikan penggunaan varietas padi berumur pendek atau genjah. Penggunaan varietas tersebut dinilai dapat membantu meminimalkan potensi kerugian petani sekaligus mempercepat siklus produksi.

“Untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi, DPKP Pandeglang turut mendorong sosialisasi penyusunan kalender tanam serta perencanaan Sekolah Lapang Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu (SLPHT) dan DPI. Selain itu, petani juga direkomendasikan menerapkan pola budidaya padi secara organik,” harap Tanti.

Di sisi lain, optimalisasi luas lahan baku sawah menjadi bagian penting dalam menjaga produksi pangan daerah. Tanti menyebutkan, Kabupaten Pandeglang memiliki luas lahan baku sawah sekitar 52.444 hektare yang harus dioptimalkan pemanfaatannya.

Optimalisasi tersebut dilakukan melalui perluasan areal tanam dengan memperhatikan target atau sasaran tanam dan realisasi luas tanam. Dengan langkah tersebut, target Luas Tambah Tanam (LTT) diharapkan dapat terus meningkat.

“Upaya saat ini, baik alsintan maupun teknologi budidaya seperti PM AAS, akan sangat penting untuk menambah produktivitas dan produksi padi Pandeglang,” katanya.

Baca Juga : Dampak Kekeringan, DPKP Pandeglang Akan Usulkan Irigasi Air Tanah

Sementara dari sisi ketersediaan pupuk, DPKP Pandeglang memastikan stok pupuk untuk musim tanam masih mencukupi. Berdasarkan data yang disampaikan DPKP, ketersediaan pupuk bersubsidi mencakup 19.823,46 ton urea, 14.348,98 ton NPK, dan 717,62 ton pupuk organik.

Kepala DPKP Pandeglang ini pun menegaskan, bahwa ketersediaan pupuk tersebut perlu dioptimalkan penggunaannya agar dapat mendukung peningkatan produktivitas padi di Kabupaten Pandeglang.

“Adapun untuk tahun 2026, DPKP Kabupaten Pandeglang menargetkan produksi padi mencapai 817.948 ton. Dengan hasil produksi hingga Juli 2026 lalu telah mencapai 614.586 ton,” aku Kepala DPKP Pandeglang ini.

“Sedangkan kebutuhan konsumsi tercatat sebesar 97,71 kilogram per kapita per tahun, dengan stok atau ketersediaan pangan saat ini mencapai sekitar 94.321 ton,” sambungnya.

Dengan berbagai strategi tersebut, DPKP Pandeglang terus berupaya menjaga keberlanjutan produksi padi sekaligus memastikan ketersediaan pangan daerah tetap aman di tengah tantangan perubahan kondisi iklim dan kekeringan. (Adytia)

Berita Terkait