PANDEGLANG, BINGAR.ID – Dua unit rumah milik warga Kampung Nabeng Kebon, RT 03 RW 01, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, rusak berat setelah tertimpa pohon tumbang pada Rabu 15 Juli 2026 malam, sekitar pukul 21.30 WIB.
Dalam peristiwa tersebut, Jayadi (48) pemilik salah satu rumah yang tertimpa pohon, yang juga menjadi korban bocor kepala akibat tertimpa genting rumahnya itu, mengaku pada saat kejadian, pihaknya sedang rebahan (istirahat) di salah satu kamar di rumahnya.
Baca Juga : Sebuah Rumah di Cadasari Rusak Tertimpa Pohon
“Saat itu saya sedang tidur-tiduran, alias sedang istirahat. Dan tiba-tiba saja terdengar suara sangat keras, lalu pohon menimpa rumah saya dan rumah di samping rumah saya. Dengan rasa kaget dan was-was kami langsung berusaha menyelamatkan diri, lari keluar rumah takut rumah kami lebih ambruk dan menimpa kami,” aku Jayadi
Sementara itu, dari informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, warga sekitar segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban yang mengalami luka di bagian kepala untuk mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga : Antisipasi Pohon Tumbang, BPBD Pandeglang Pangkas Batang dan Pohon Tua
Koordinator Boedak Saung Rescue (BSR) Ade Mulyana mengatakan, setelah mendengar kejadian itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Tim BSR di lapangan, untuk melihat, mengumpulkan informasi dan memberi pertolongan sesuai kemampuan tim yang ada di lapangan.
“Begitu menerima laporan, kami langsung langsung berkoordinasi dengan beberapa pihak, terutama anggota dan tim (BSR) kami di lapangan, guna melakukan asesmen, membantu penanganan awal, serta berkoordinasi dengan Pemerintah Desa, maupun Muspika Kecamatan Patia,” ungkap Ade Mulyana.
Baca Juga : Akibat Cuaca Ekstrem, Rumah Milik Jaeni di Bangkonol Ambruk Tertimpa Pohon
Dikatakannya juga, dari kejadian tersebut terdapat satu orang korban luka-luka akibat tertimpa runtuhan bangunannya, atau tertimpa genting rumah.
“Korban yang mengalami benturan di kepala, pada saat itu juga sudah mendapatkan penanganan dari masyarakat dan tim medis, sedangkan kondisi dua rumah yang tertimpa pohon itu, mengalami kerusakan berat dan nyaris ambruk,” tambahnya.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, nilai kerugian material diperkirakan mencapai lebih dari Rp200 juta. Dua rumah mengalami kerusakan berat, sehingga untuk sementara waktu tidak dapat ditempati.
Hingga kini, proses pembersihan material pohon dan puing-puing bangunan masih dilakukan secara gotong royong oleh warga bersama aparat desa dan relawan. (Adytia)




