PANDEGLANG, BINGAR.ID – Peringati hari World Cleanup Day (WCD) di tahun 2026 kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang menggelar aksi bersih-bersih di sepanjang Jalan Raya Pandeglang-Serang, tepatnya di Kampung Bangun Sabrang, Desa Ciinjuk, Kecamatan Cadasari, pada Selasa 13 Oktober 2026.
Kegiatan bersih-bersih yang dipimpin langsung Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani itu, melibatkan sejumlah relawan, mahasiswa dan masyarakat sekitar, sebagai upaya meningkatkan kesadaran bersama, dalam pengelolaan sampah.
Baca Juga : Bupati Dewi Resmikan Sekber SMSI dan PWI di Cikupa, Pandeglang
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengatakan, WCD 2026 tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, aksi bersih-bersih harus menjadi titik awal untuk membangun kesadaran dan komitmen masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
“Kelestarian lingkungan bukan hanya tugas pemerintah daerah, melainkan tanggung jawab kita semua. Gerakan ini harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga kita masing-masing,” ungkap Dewi.
Dewi pun menilai, bahwa persoalan sampah telah menjadi isu strategis, yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Karena itu, pengelolaan sampah harus dilakukan mulai dari tingkat rumah tangga, hingga lingkungan masyarakat.
Baca Juga : 110 Peserta Ramaikan Fun Bike Tanjung Lesung, Bupati Dewi Ajak Promosikan Wisata Pandeglang
“Persoalan sampah saat ini telah menjadi isu strategis nasional yang memerlukan perhatian serius. Pemerintah tidak hanya ingin merdeka dari penjajahan, tetapi juga harus mampu merdeka dari kepungan sampah,” tambahnya.
Bupati Pandeglang ini pun kembali menegaskan, bahwa kondisi lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan potensi pariwisata Pandeglang, yang memiliki kekayaan alam dan destinasi wisata sebagai sumber manfaat bagi masyarakat.
“Kabupaten Pandeglang memiliki potensi alam dan pariwisata yang luar biasa. Namun, seluruh potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila lingkungan kita masih dipenuhi sampah dan tidak tertata dengan baik,” katanya.
Ia juga mendorong masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap sampah. Sampah yang masih memiliki nilai guna, kata Dewi, perlu dipilah dan dimanfaatkan kembali melalui proses pengolahan maupun daur ulang.
“Sampah tidak boleh lagi dipandang semata-mata sebagai barang buangan, tetapi harus dikelola sebagai sumber daya yang memiliki nilai manfaat,” ucapnya.
Baca Juga : Baru Pertama Hadir, Bupati Dewi Kaget Lihat Kemeriahan Festival Bubur Suro di Desa Bandung
Selain itu, Dewi juga mendorong adanya Bank Sampah yang dibuat secara bertahap di seluruh kecamatan, instansi pemerintah, hingga lingkungan kerja. Hal itu menurut Dewi, dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap petugas kebersihan.
“Setiap kecamatan diharapkan memiliki bank sampah, demikian pula setiap instansi, termasuk Sekretariat Daerah dan Dinas Lingkungan Hidup,” tuturnya.
Ia berharap gerakan tersebut tidak berhenti setelah pelaksanaan WCD 2026. Kesadaran menjaga kebersihan, menurutnya, harus menjadi kebiasaan yang diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap kegiatan World Cleanup Day ini menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama dan meningkatkan kepedulian kita terhadap lingkungan. Jangan sampai kegiatan ini berhenti setelah acara selesai, tetapi harus terus berlanjut menjadi kebiasaan sehari-hari,” kata Dewi.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pandeglang Rahmat Zultika menghimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dalam pengelolaan sampah.
“Buanglah sampah pada tempatnya dan berkoordinasi dengan kami, Dinas LH. Karena sampah itu warisan. Jika sampah tidak bisa diolah, maka akan diwariskan kepada anak cucu kita. Untuk itu, kita harus memberikan warisan yang baik bagi anak cucu kita,” ucapnya singkat. (Adytia)



