Pemkab Pandeglang Dinilai Kurang “Gercep” Tangani Bencana

Bantuan Bencana

Kumandang Banten saat memberikan bantuan bagi korban banjir di Desa Pasir Kadu, Kecamatan Sukaresmi. (Dwi/Bingar)

PANDEGLANG, BINGAR.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang dinilai kurang gerak cepat (gercep) dalam menangani bencana. Terutama ketika menyalurkan bantuan bagi korban bencana.

Hal itu terlihat ketika mahasiswa masih menemukan masyarakat yang terdampak bencana, kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Akibatnya, masyarakat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup selama bencana terjadi.

Baca juga: Enam Kecamatan di Pandeglang Dikepung Banjir

Koordinator Baksos dari mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Pandeglang (Kumandang) Banten, Luthfi Alfian mengatakan, seharusnya Pemkab Pandeglang cepat tanggap ketika terjadi banjir dengam memperhatikan daerah yang rawan banjir. Apalagi di musim penghujan seperti ini.

“Terkhusus di Desa Pasir Kadu, Kecamatan Sukaresmi, mereka jarang menerima bantuan berupa pangan untuk mereka konsumsi,” ujar Lutfi saat menyerahkan bantuan baginkorban banjir di Desa Pasir Kadu, Kecamatan Sukaresmi, beberapa waktu lalu.

“Melihat ketika banjir kemarin terjadi jembatan yang menghubungkan Desa Pasir Kadu dan Perdana itu, yang biasa mereka akses untuk pergi ke pasar, mereka tidak bisa lalui karena terputusnya jalan oleh genangan air,” sambungnya.

Baca juga: Banjir di Pandeglang Meluas, BPBD Belum Tetapkan Status Darurat Bencana

Dia menerangkan, meskipun kondisi lokasi Desa Sukaresmi sudah kembali normal, tetapi mengingat kawasan tersebut berdekatan dengan sungai, sehingga lokasi tersebut masih berpotensi kembali digenangi banjir.

“Walaupun kondisi sekarang sudah mulai normal kembali akan tetapi kawasan ini sangat berpotensi banjir kembali setiap hujan turun karena memang rumah warga yg berdekatan dengan Sungai Ciliman yang rentan akan luapan air sungai ke rumah warga,” bebernya.

Baca juga: Mahasiswa Galang Dana untuk Korban Banjir di Pandeglang

Adapun bantuan yang diberikan Kumandang, merupakan hasil penggalangan dana yang dilakukan selama tiga hari. Kemudian hasil dari pengumpulan dana dibelikan kepada bahan pangan sebanyak 200 pak, disesuaikan dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) di lokasi. Ada tiga kampung yang mendapat bantuan berupa sembako tersebut.

“Ke Kampung Sukajadi, Cimadur, dan Cukang Hirang, Kecamatan Sukaresmi. Kami bagi-bagi ketiga Kampung itu saja sih. Karena mereka belum sama sekali dapat bantuan baik dari Pemda Pandeglang ataupun relawan lainnya,” tutup Luthfi. (CR1/Sul/Red)

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru