Imam Al Ghazali: Pemuji Pejabat tak Lain Hanya Pembohong

Imam Al Ghazali: Pemuji Pejabat tak Lain Hanya Pembohong

Imam Al Ghazali (Google)

BINGAR.ID – Seorang filsuf dan teolog muslim Persia, yang dikenal sebagai Algazel di dunia Barat abad Pertengahan, Imam Al Ghazali pernah menasihati perdana Menteri Muiruddin, yang merupakan seorang wazir Dinasti Seljuk, yang baru diangkat menjadi perdana menteri tidak selesai pada surat pertama.

Pada surat keduanya kepada Mujiruddin, Al Ghazali mengingatkan bahayanya puja-puji berlebihan kepada sang Perdana Menteri.

Menurut Al Ghazali, pujian kepada pejabat layaknya tali yang rapuh. Pujian disematkan kepada Mujiruddin tidak lain hanya karena statusnya sebagai seorang perdana menteri.

Al Ghazali tidak sungkan untuk berpesan jika Mujiruddin melihat seseorang senang memuji, orang itu tidak lain hanya seorang pembohong. Dialah bahaya tersembunyi bagi Mujiruddin.

“Anda adalah tuhannya kedudukan dan kekayaan. Orang-orang yang memuji Anda sekarang akan me nyalahkan Anda dan menyanjung orang lain segera setelah Anda turun dari kedudukan Anda yang sekarang dan orang lain ditugaskan di tempat Anda.”

Pada surat ketiganya kepada Mujiruddin, sikap sang imam kian pedas. Menurut Al Ghazali, sikap dan kebijakan Mujiruddin sudah sedemikan jahatnya. Dia bahkan, menyebut Mujiruddin sebagai sosok yang tidak mengenal kasihan kepada penduduk Thus yang sedang hidup menderita. Al Ghazali pun berpesan jika semua yang dilakukan Mujiruddin akan dipertanggungjawabkan pada hari perhitungan kelak.

Perdana menteri itu harus menjawab semua kejahatan yang dilakukannya sendiri. Lantaran, sanak ke rabat Mujiruddin pun harus mengurus diri sendiri.

“Anda mesti sadar bahwa tidak ada orang yang akan menggubris atau mengkhawatirkan Anda. Oleh karena itu, Anda mesti mengasihani diri Anda sendiri.”

Al Ghazali lantang mengkritik petugas-petugas pajak korup. Mereka memeras rakyat yang bodoh demi keuntungan sendiri. Mereka tidak memasukkan hak-hak pemerintah lainnya yang mereka bebankan dengan tidak wajar ke dalam perbendaharaan pemerintah.

“Pikirkanlah warga negara Anda yang raganya remuk dan berkeluh kesah akibat kemiskinan dan kelaparan. Kegelisahan yang panjang telah menjadikan mereka sekadar suatu ke rangka tulang-belulang, sementara itu Anda sendiri menjalani kehidupan mewah dan acuh tak acuh. Jika ada sesuatu yang bisa menurunkan Khurasan dan Irak, tentulah hal itu akibat ulah menteri-menteri seperti itu yang telah diangkat untuk mengurusi urusan-urusan negara.”

Hujjatul Islam juga berpesan, tidak ada kebajikan yang lebih unggul ketimbang upaya untuk menghapuskan kemiskinan dan kekejaman kepada rakyat miskin. Dia meminta agar Mujiruddiin harus berusaha mati-matian untuk menjamin bahwa korupsi, nepotisme, ketidakadilan, penyuapan, kekejaman, dan penyakit-penyakit lain terhapuskan.

Di akhir suratnya, Al Ghazali tetap berharap adanya perubahan sikap dan kebijakan Mujaruddin. Dia memohon kepada Perdana Menteri untuk melakukan segala kemungkinan agar rakyat tidak diperas tanpa belas kasihan. Adanya simpati dan kebaikan Mujirud Daulah bisa menyelamatkan mereka dari kelaparan. (*Ahmad/Red).

Berita Terkait

No Content Available

Berita Terkait

No Content Available

Berita Terbaru