PANDEGLANG, BINGAR.ID – Sebuah bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) menabrak satu unit rumah warga yang ada di pinggir Jalan Raya Labuan-Pandeglang, tepatnya di Kampung Kadu Oncog, Desa Babakan Lor, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Banten, Minggu 1 November 2026, sekitar pukul 15.00 WIB.
Kecelakaan tunggal tersebut diduga terjadi akibat gangguan pada sistem roda depan bus yang menyebabkan kendaraan kehilangan kendali hingga keluar jalur dan menghantam bagian depan rumah warga.
Baca Juga : Polres Catat Peningkatan Angka Kecelakaan Selama Operasi Ketupat Maung 2023 di Pandeglang
Pemilik rumah, Lia, mengaku terkejut saat mendengar suara benturan keras dari bagian depan rumahnya. Ketika diperiksa, ia mendapati bagian depan rumahnya telah mengalami kerusakan cukup parah akibat ditabrak bus.
“Kejadiannya sekitar pukul 15.00 WIB. Saya kaget sekali saat mendengar suara benturan di depan. Pas saya lihat, ternyata bagian depan rumah saya sudah hancur,” kata Lia saat ditemui di kediamannya, Senin 2 November 2026.
Baca Juga : Pemkot Serang Siapkan Santunan Rp50 Juta Bagi Korban Meninggal Kecelakaan Odong-odong
Menurut Lia, saat kecelakaan terjadi, dirinya bersama sang nenek sedang berada di dapur. Beruntung, keduanya tidak mengalami luka dalam peristiwa tersebut.
Meski demikian, Lia berharap pihak yang bertanggung jawab dapat memperbaiki rumahnya seperti kondisi semula sebelum kejadian.
“Alhamdulillah, tidak ada korban luka maupun korban jiwa. Saya hanya meminta rumah saya diperbaiki kembali. Kalau sebelumnya bagus, ya harus bagus lagi,” ujarnya.
Baca Juga : Tangani Kecelakaan Odong-Odong Ditabrak Kereta, Polda Turunkan Tim TAA
Sementara itu, sopir bus AKAP Murni bernomor polisi A 7618 KC, Puad Hasyim, menjelaskan bahwa bus yang dikemudikannya tengah melaju dari arah Labuan menuju Kalideres, Jakarta Barat.
Ia menuturkan, sebelum kecelakaan terjadi, bus berangkat dari Terminal Tarogong sekitar pukul 14.50 WIB dengan kecepatan sedang. Namun, setibanya di lokasi kejadian, roda depan bus tiba-tiba berbelok ke kiri dan kemudi tidak dapat dikendalikan.
“Dari Terminal Tarogong saya berangkat sekitar pukul 14.50 WIB dengan kecepatan sedang. Tiba-tiba saat sampai di lokasi kejadian, ban depan itu berbelok sendiri ke kiri. Setir juga tidak bisa dikendalikan. Saya putar sampai tiga kali, tetapi tetap tidak mau belok,” ungkap Puad.
Puad mengaku telah berupaya melakukan pengereman untuk menghentikan laju kendaraan. Namun, bus tetap melaju hingga akhirnya menabrak rumah warga.
“Rem berfungsi, tetapi karena kendaraan tiba-tiba langsung berbelok, akhirnya menabrak rumah. Saya juga kaget karena selama ini tidak pernah ada kendala,” tuturnya.
Puad menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Seluruh tujuh penumpang bus dilaporkan selamat, sementara seorang kernet mengalami luka ringan pada bagian kaki.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Tujuh penumpang semuanya selamat. Hanya kernet saya yang mengalami luka ringan di bagian kaki,” tambahnya.
Hingga kini, kasus kecelakaan tersebut masih ditangani Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) Polres Pandeglang. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan adanya kerusakan pada sistem roda depan bus. (Adytia)




