Tekan Prevalensi Stunting, Pemkot Tangsel Akan Bangun 7 Pos Gizi

Wali Kota

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan (tengah) saat meresmikan Pos Gizi Kepiting di Kelurahan Lengkong Gudang, Kecamatan Serpong, Senin (19/10/2026). (Foto: Pemkot Tangsel)

TANGSEL, BINGAR.ID – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan membangun tujuh pos gizi pada tahun 2026. Pos gizi ini dibangun untuk memperkuat upaya pencegahan tengkes atau stunting dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan anak.

“Program ini sebenarnya sudah berjalan sejak 2023. Pada 2026 ini, kami akan membangun tujuh pos gizi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi bagi anak maupun ibu hamil,” ujar Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan saat meresmikan Pos Gizi Kepiting di Kelurahan Lengkong Gudang, Kecamatan Serpong, Senin (19/10/2026).

Baca Juga : Wali Kota Tangsel Potong Kabel Fiber Optik yang Semrawut

Selain menjadi sarana edukasi kesehatan, pos gizi juga menyediakan makanan tambahan bergizi bagi ibu hamil dan anak-anak yang berisiko mengalami tengkes serta membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan gizi.

Pilar menekankan pentingnya pemenuhan gizi sejak 1.000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode tersebut menjadi fase penting dalam mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.

Baca Juga : Libur Sekolah, 31 SMA/SMK “Saling Sikut” Diajang Futsal Piala Wali Kota Serang

Oleh karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak hanya memperhatikan jumlah makanan, tetapi juga kualitas asupan yang dikonsumsi ibu hamil dan anak-anak. Kebiasaan mengonsumsi makanan tanpa memperhatikan kandungan gizinya serta terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula perlu menjadi perhatian keluarga.

“Anak-anak kita harus mendapatkan makanan bergizi dan menerapkan pola hidup sehat supaya tumbuh kembangnya baik. Kalau anak-anak sehat, badannya kuat, dan otaknya cerdas, mereka akan lebih mudah menerima pelajaran di sekolah,” kata Pilar.

Baca Juga : Wali Kota Helldy Minta Gedung SD Dialihfungsikan Jadi SMP

Hanya saja Pilar menilai, upaya pencegahan tengkes tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga, kader kesehatan, dan tenaga medis.

“Jangan bosan-bosan mengurus anak-anak masyarakat kita dan keluarga yang membutuhkan. Mudah-mudahan apa yang dilakukan para kader menjadi amal kebaikan dan membawa manfaat bagi masyarakat,” tutur dia. (Ahmad)

Berita Terkait