PANDEGLANG, BINGAR.ID – Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang, memiliki target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2026 ini, sekitar Rp. 590 juta lebih yang diambil dari tiga sektor pendapatan, yakni dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Balai Benih Ikan (BBI) Air Tawar, serta dari penyewaan Outlet.
Kepala Dinas Perikanan Pandeglang, H. Uu Junandar mengaku, dari target PAD Dinas Perikanan sebesar Rp. 590 juta lebih tersebut, menurutnya PAD tersebut di awal tahun 2026 ini sudah masuk sekitar 33 persen, yang disumbang dari sektor PAD TPI dan BBI, sementara PAD dari Outlet belum ada.
Baca Juga : Diskan Pandeglang Optimis, PAD Sektor Perikanan Bisa Tercapai
“Dinas Perikanan ini, memiliki target PAD sebesar Rp. 597 lebih, dari sektor TPI, BBI dan dari sewa Outlet yang ada di Carita. Capaian sampai awal bulan Februari ini, Alhamdulillah sudah masuk sekitar 33 persen, atau sekitar Ro. 180 jutaan. Dan saya optimis sampai akhir tahun 2026 ini, target itu bisa kita capai,” jelas Uun, Selasa 3 Februari 2026.
Dikatakannya juga, bahwa target terbesar Dinas Perikanan, diambil dari sektor TPI, dan sisanya dari BBI serta Penyewaan Aset Outlet milik Dinas. Meskipun diakuinya, bahwa target PAD di tahun 2026 ini, bisa dikatakan menurun dari target PAD tahun sebelumnya (2025).
“Target PAD tahun 2026 ini, memang turun dari target tahun 2025 lalu. Hal ini akibat adanya perhitungan ulang dari sumber PAD tersebut, khususnya sumber PAD dari sektor TPI, yang semula kita ditarget dengan asumsi mengelola 14 TPI, tahun 2026 ini kita hanya mengelola 8 TPI, karena yang 5 TPI dinilai tidak berfungsi, ditambah 1 TPI di Cikeusik, masih dalam tahan pembenahan regulasi baru,” terangnya.
Baca Juga : Pasokan Ikan di TPI Panimbang Kosong, Kadis Perikanan Klaim Masih Aman
“Dari 14 TPI dikurangi 6 TPI tersebut, atau 8 TPI yang ada itu, semuanya memang kita pihak ketigakan (swastanisasi). Sehingga target PAD yang kita peroleh sebesar 22 persen dari sektor TPI itu, merupakan pembayaran awal dari para rekanan pengelola TPI, yang mudah-mudahan sisanya bisa terpenuhi (lunas), sebelum akhir tahun,” sambungnya.
Masih menurut Kadis Perikanan Pandeglang, selain TPI, Dinas Perikanan pun memiliki 3 BBI yang juga telah memberi masukan pada capaian 33 persen PAD-nya. Meskipun satu sektor PAD dari penyewaan Outlet di awal tahun 2026 ini, masih nihil, atau ada yang masuk.
Baca Juga : Pandeglang Segera Miliki Pelabuhan Perikanan Terpadu
“Hingga akhir Januari 2026 kemarin, kita sudah sumbang PAD dari sektor TPI dan BBI sebesar 33 persen dari Rp. 597 juta lebih, atau secara hitungan total. Tapi bila kita bagi menjadi tiga sektor PAD, masing-masing berbeda targetnya, dimana khusus untuk target TPI saja, kita baru masuk sekitar 22 persen, dan target dari BBI sudah masuk sekitar 88 persen, sementara untuk penyewaan Outlet masih 0 persen, atau belum ada yang masuk,” tegasnya. (Adytia)


