Serap Gabah Dari BUMD dan Bulog Tidak Maksimal, Hasil Panen Petani Pandeglang “Dibajak” Tengkulak

Stok Beras di Banten Diprediksi Surplus 160 Ton Hingga Oktober

Petani sedang memanen padi. (Foto: Antara)

PANDEGLANG, BINGAR.ID – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pandeglang menyebut, saat ini masih banyak tengkulak dari luar daerah membeli gabah hasil panen petani Pandeglang.

Kepala Dinas Pertanian Pandeglang, Budi S Januardi mengatakan, banyaknya tengkulak luar yang masuk ke Pandeglang disebabkan untuk saat ini serap gabah yanh dilakukan Bulog terhadap beras lokal masih minim.

“Masih ada banyak yang tengkulak dari luar Banten masuk ke Pandeglang. Disatu sisi kalau serap gabah Bulog bertambah banyak sebetulnya itu membantu,” kata Budi, Kamis (24/9/2020).

Baca Juga : Lebih Baik Naikkan Harga Gabah Petani Daripada Beri Bansos Covid-19

Ia mengaku, saat ini tidak mengetahui berapa harga yang diberikan oleh tengkulak luar bagi petani Pandeglang. Karena, para tengkulak yang masuk pun datang secara diam-diam. Alhasil, pihaknya tidak bisa mengetahui secara pasti akan transaksi yang terjadi.

“Tidak ada, karena tengkulak itu masuknya diam-diam tidak ketauan itu tapi nyata adanya,” katanya.

Karena budaya tersebut sudah kerap terjadi oada musim panen tiba. Pihaknya hanya bisa berharap agar harga beli yang diberikan terhadap petani Pandeglang bisa sebanding dengan apa yang selama ini sudah dikerjakan oleh petani.

“Harapannya harga yang untung bagi petani, jangan sampai petani dirugikan. Karena petani sudah berjuang dari mulai penanaman,” ucapnya.

Baca Juga : Bulog Janji Beli Padi Petani Pandeglang Dengan Harga Mahal

Ia juga menyayangkan, karena Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pandeglang sampai saat ini belum bisa menyerap gabah hasil panen petani. Padahal, jika BUMD bisa menyerap hasil panen petani itu justru berpotensi untuk membuat harga menjadi stabil.

“Saat ini BUMD belum membeli tapi, keinginan ke arah sana kemarin pernah komunikasi. Harapannya bisa membantu serap gabah juga , tapi kan itu tergantung ketersediaan modal di BUMD,” tandasnya. (Syamsul/Red)

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru