Puluhan Wartawan Ikuti Capacity Building BPS Banten

Capacity Building

Kepala BPS Banten, Dody Herlando saat membuka acara Capacity Building, Indikator Statistik untuk Wartawan. (Bingar/Ahmad)

SERANG, BINGAR.ID – Puluhan wartawan yang bertugas di Provinsi Banten, mengikuti Capacity Building Indikator Statistik untuk Wartawan disalah satu hotel di Kota Serang, Kamis (8/12/2022). Acara ini diinisiasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten.

Kepala BPS Provinsi Banten, Dody Herlando mengungkapkan, peran wartawan penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Namun bila data dan statistik yang disampaikan keliru akibat ketidakpahaman membaca data, maka yang dirugikan adalah masyarakat.

Baca juga: BPS Rilis Angka Pengangguran Terbuka di Banten, Kabupaten Serang Urutan Ketiga

“Supaya kita tetap berfokus bagaimana memberi pencerahan pada bangsa ini, dan Banten yang harus lebih maju. Karena wartawan penjaga pilar demokrasi, jangan sampai yang menjadi korban adalah masyarakat,” katanya saat membuka acara.

Dody menilai, Capacity Building ini penting bukan semata meningkatkan pemahaman, melainkan juga untuk meningkatkan sinergitas BPS dan rekan-rekan media. Hal itu juga bagian dari peningkatan interaksi sosial.

“Yang penting juga interaksi sosial. Nah interaksi sosial di Banten perlu dijaga dan di-upgrade supaya produktif dan bersinergi,” ucapnya.

Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten, Nasrudin mengungkapkan, Capacity Building adalah langkah baik untuk menambah pengetahuan wartawan, terutama soal bidang data dan statistik.

Baca juga: Nilai Ekspor-Impor Banten September 2022 Anjlok

“Apalagi data-data yang dikeluarkan BPS bersifat fundamental yang menjadi acuan bagi pemerintah, sehingga informasi yang disampaikan harus jelas. BPS lah memang tempat yang sering diakses media,” katanya.

Lebih dari itu, Nasrudin juga mengatakan sebagian besar wartawan di Banten adalah jurnalis umum, yang biasa meliput berbagai hal.

“Maka dengan Capacity Building, dapat memberi pemahaman baru bagi jurnalis ketika menulis tentang statistik,” tutupnya. (Ahmad)

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru