ODP di Pandeglang Capai 500 Orang, Warga Diminta #DiRumahAja

ODP di Pandeglang Capai 500 Orang, Warga Diminta #DiRumahAja

Ilustrasi Kampanye #DiRumahAja (Foto: Google)

PANDEGLANG, BINGAR.ID – Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Pandeglang terus bertambah. Per hari Minggu (29/3/2020), jumlah ODP di Pandeglang sudah mencapai 523 orang. Jumlah ODP ini menjadi yang tertinggi di Provinsi Banten.

Selain ODP, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Pandeglang juga merangkak naik. Kini jumlahnya mencapai 9 orang.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Terpadu Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pandeglang, dr Ahmad Sulaeman menuturkan, meningkatnya jumlah ODP itu disebabkan banyaknya pemudik dari luar kota yang datang ke Kabupaten Pandeglang.

“Jumlah ODP itu telah didominasi oleh warga yang mudik dari Jakarta, Tangerang dan wilayah lainnya ke Kabupaten Pandeglang. Bahkan ada karena yang menjemput ke bandara,” jelasnya, Minggu (29/3/2020).

Baca juga: Pemkab Pandeglang Wacanakan Karantina Wilayah

Menurutnya, tidak semua yang dinyatakan ODP memiliki gejala atau sakit. Banyak diantaranya malah menunjukkan kondisi yang sehat.

“Yang ODP memang ada yang sakit ringan, akan tetapi saat ini sebanyak 39 orang sudah sembuh. Jadi tidak semua ODP sakit, ada juga yang biasa aja dan tidak ada keluhan apapu,” terangnya.

Sejauh ini Pemkab melalui puskesmas intens melakukan pemantauan dan mendatangi rumah ODP untuk memeriksa kondisi mereka.

Baca juga: Lawan Corona, Pemkab Pandeglang Dapat Bantuan Rapid Test dan APD

“Jadi kalau ada keluhan yang dialami ODP, langsung kami obati. Begitu juga untuk yang PDP di rumah sakit selalu kami pantau perkembangannya. Alhamdulillah sudah ada yang dipulangkan,” ujarnya.

Sulaeman mengaku, tidak bisa melarang warga yang ingin mudik mengingat hingga saat ini belum ada aturan tersebut. Tapi kalau bisa harus ada surat keterangan sehat jika hendak mudik ke kampung halaman. Termasuk mentaati instruksi pemerintah untuk berdiam diri di rumah sementara waktu.

“Kalau angkanya jangan naik, sulit ya. Karena belum peraturan yang mengatur larangan jangan pulang. Tapi, kalau dari daerah asalnya melarang jangan pulang, kan itu enak,” tandasnya. (Barra/Red).

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru