Jadi Lumbung Pangan, Pandeglang Malah Kekurangan Alat Mesin Pertanian

Jadi Lumbung Pangan, Pandeglang Malah Kekurangan Alat Mesin Pertanian

Bupati Pandeglang, Irna Narulita menaiki hand traktor saat panen raya di Cikeusik pada akhir Juli 2020 lalu (Foto @humaskabpandeglang)

PANDEGLANG, BINGAR.ID – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pandeglang mengaku kekurangan Alat Mesin Pertanian (Alsintan). Pasalnya, saat ini jumlah Alsintan yang dimiliki mulai dari tahun 2016-2019 baru 40 persen dari jumlah yang dibutuhkan.

“Kalau dihitung secara kalkulasi presentasi. Itu baru mencapai 40 persen yang ada,” kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Distan Pandeglang, Uun Junandar, Minggu (30/8/2020).

Kondisi ini cukup memprihatinkan. Mengingat Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu lumbung pangan di Provinsi Banten.

Jumlah kekurangan itu dihitung dari luasan areal pesawahan yang ada di Kabupaten Pandeglang. Karena, luas sawah yang ada kurang lebih mencapai 50 ribu hektare. Sedangkan alat mesin pertanian jenis traktor hanya bisa menggarap 40 hektare sawah saja.

“Kalau 50 ribu hektare dibagi 20 hektare saja itu sudah 2.000 traktor yang diperlukan untuk bisa mencukupi kebutuhan petani,” terangnya.

Sementara saat ini jumlah traktor yang dimiliki mulai dari tahun 2016-2019 hanya berjumlah 456 traktor. Untuk ultipator hanya 14 unit dan pompa air 451 unit.

“Sampai saat ini bantuan dari Pemerintah Kabupaten dan pusat baru mencapai 40 persen kurang lebih ada 1.000 traktor dan pompa air itu yang dimiliki, itu dari 2016 sampai sekarang yah,” ucapnya.

Ia mengaku dari jumlah itu pun sudah banyak teraktor yang daya operasinya sudah tidak maksimal. Meski tergantung dari daya rawat yang dilakukan oleh pengelola traktor itu.

“Kalau diibaratkan manusia mah itu ya sudah batuk-batuk. Jadi ya, tergantung dari perawatan sebetulnya. Tapi memang masih kurang,” tandasnya. (Syamsul/Red)

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru