Huntap Korban Tsunami Pandeglang Akan Dibangun Model RISBA

Huntap Korban Tsunami Pandeglang Akan Dibangun Model RISBA

Ilustrasi Rumah Model RISBA (Foto: Google)

PANDEGLANG, BINGAR.ID – Proses pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi penyintas tsunami Selat Sunda di Kabupaten Pandeglang terus berjalan. Bahkan pemerintah menjanjikan pada triwulan ketiga tahun 2020, masyarakat yang saat ini menempati Hunian Sementara (Huntara) akan segera menempati hunian baru.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Surya Darmawan menyebut, tahun ini akan dibangun sebanyak 706 unit Huntap dengan anggaran sebesar Rp69,7 miliar.

“Huntap akan dibangun didelapan titik, yang meliputi empat kecamatan Kecamatan Panimbang, Carita, Labuan, dan Sumur,” sebutnya usai telekonfrensi dari dengan Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB di Ruang Pintar, Rabu (22/4/2020).

Surya menerangkan, pemerintah akan membangun ratusan Huntap tersebut dengan konsep tahan gempa dengan konsep Rumah Instan Struktur Baja (Risba). Masing-masing Huntap disain konsep rumah tipe 36. Surya optimis sebelum bulan Desember, proyek tersebut bisa selesai.

“Tadi juga disampaikan ada 3 perencanaan yang sedang tahap lelang dan akan diumumkan pada Jumat (24/4/2020) besok. Setelah ada pemenangnya baru dilaksanakan perencanaan, secara umum semuanya akan selesai sebelum Desember 2020 untuk kegiatan pembangunannya,” tutupnya.

Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban menambahkan, untuk membangun ratusan unit Huntap itu, Pemkab Pandeglang menyediakan lahan seluas 14,7 hektar.  Akan tetapi dia mengakui, ada satu titik yang masih bermasalah dengan lahan di Desa Sumberjaya,  Kecamatan Sumur.

Padahal jumlah kebutuhan Huntap di daerah cukup besar, sekitar 223 unit Huntap dan diperkirakan membutuhkan lahan sekitar 5 hektar. Namun Tanto menegaskan, hal itu sedang dikonsultasikan dengan Pemprov Banten.

“ Tetapi ada dua opsi. Pertama kita usulkan kembali ke provinsi dengan menggunakan APBD Perubahan 2020. Opsi lain, ada yang bersedia menghibahkan lahan sebesar 3,6 hektar. Tapi kendalanya agak ke dalam posisinya. Secara teknis sih bisa dilakukan pembangunan. Tetapi itu hanya opsi, keputusannya nanti akan dikonsultasikan ke provinsi,” jelasnya.

Tanto meyakinkan, persoalan itu tidak akan menghambat proses pembangunan Huntap secara keseluruhan. Pasalnya, dari 10 paket program Huntam yang terdiri atas 8 Huntap dan 2 paket infrastruktur jembatan dan jalan, saat ini tujuh paket diantaranya sudah masuk tahap Detail Engineering Design (DED) yang dalam waktu dekat mulai ditayangkan.

“Alhamdulilah tadi diapresiasi karena kabupaten yang siap terkait bencana tsunami ini cuman Pandeglang yang paling siap. Minimal ditriwulan ketiga ini sudah bisa dinikmati oleh warga,” janjinya. (Ahmad/Red).

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru