Gernas BBI Dinilai Efektif Bangkitkan Ekonomi Desa

Gernas BBI

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dianggap solusi efektif untuk meningkatkan pemulihan ekonomi. (Istimewa)

JAKARTA, BINGAR.ID – Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dinilai efektif dilakukan untuk mendongkrak pemulihan ekonomi nasional. Tak hanya level makro, Gernas BBI juga digeliatkan hingga level mikro yakni desa.

“Jadi Gerakan Nasional BBI selain secara makro, tentu kita juga berupaya semaksimal mungkin di level mikro juga yakni desa,” ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar dalam keterangan resmi yang dikutip Bingar, Selasa (12/10/2021).

Baca juga: Sudah Rp155,6 T Biaya yang Dikucurkan untuk Pemulihan Ekonomi

Abdul Halim mengatakan, gerakan menggunakan produk lokal di level desa telah dilakukan melalui banyak hal, termasuk dalam melakukan pembangunan dari Dana Desa. Menurutnya, pembangunan infrastruktur dari Dana Desa wajib menggunakan bahan baku yang tersedia di desa setempat.

“Misalnya membangun irigasi. Batu batanya diusahakan dari lokal desa itu. Selagi bisa dipenuhi dari desa itu, penuhi. Selagi duitnya berputar di desa, ini akan mempercepat pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Di sisi lain, Mendes PDTT mengatakan, Gernas BBI akan membangkitkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada. UMKM sendiri banyak bergerak di perdesaan yang juga dikembangkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“UMKM akan terus dikembangkan oleh BUMDes dan BUMDes Bersama,” tegasnya.

Baca juga: Anggaran Pemulihan Ekonomi Bagi UMKM Sebesar Rp71 Triliun Belum Terserap

Lebih jauh Abdul Halim mengungkapkan, banyak hal yang dilakukan pemerintah untuk mendukung Gernas BBI ini, salah satunya yakni memaksimalkan berbagai pelatihan digitalisasi. Pelatihan ini diharapkan secara signifikan dapat membantu UMKM mendapatkan pasar yang lebih luas melalui kecanggihan teknologi digital.

“Karena pengalaman pandemi Covid-19 ini, mereka yang mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan baru adalah yang menggunakan kecanggihan teknologi IT, itu yang survive,” ujarnya. (Ahmad/Red)

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru