PANDEGLANG, BINGAR.ID – PT. Pelabuhan Indonesia/Pelindo (Persero) Regional 2 Banten, bersama tim dari Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ Harfa) Banten dan Anggota FPTK Provinsi Banten, melakukan monitoring terumbu karang di perairan Pulau Badul, Kecamatan Sumur, Pandeglang, Kamis 30 April 2026.
Kegiatan tersebut merupakan monitoring dari Program Carbon Village PT. Pelindo Regional 2 Banten, melalui Konservasi Terumbu Karang di Pulau Badul dengan menggandeng LAZ Harfa dan FPTK Provinsi Banten.
Baca Juga : Sah, FPTK Banten Kini Telah Berbadan Hukum
Tim dari Pelindo Banten diwakili 4 (empat) orang yakni, Donny Heryawan Setyaputra (Manager Keuangan & SDM), Lukman Salamudin (Junior Manager SDM, Umum dan Kbl), Haryono (Supervisor Umum dan Kbl), dan M. Ikhlas Adiguna (Staf Umum dan Kbl).
Sedangkan dari LAZ Harfa, Mamak Jamaksari (Sekretaris Yayasan Harfa), Muhamad Mukri (Direktur Fundraising LAZ Harfa) dan Indah Badi’ah (Manager Program Development & RMEL LAZ Harfa). Dari FPTK Banten yakni Andi Rully Pabenteng dan Ruyadinata (Pengurus).
“Kami sangat bersyukur dan turut bangga, karang yang telah ditransplantasi pada akhir 2024 hingga awal 2025 di Pulau Badul ini menurut penilaian kami dari hasil dokumentasi foto dan video sebagian besar tumbuh dengan baik. Dalam kesempatan ini, kami sampaikan apresiasi kepada rekan mitra LAZ Harfa dan FPTK Banten, khususnya nelayan di sini yang telah berjuang terus menjaga dan melestarikan terumbu karang,” kata Donny Heryawan.
Baca Juga : FPTK Banten Gagas “Ngopi Mantab” Bersama FPRB Pandeglang
Sekretaris Yayasan LAZ Harfa, Mamak Jamaksari berharap kemitraan strategis dalam upaya pelestarian terumbu karang antara Pelindo Banten, LAZ Harfa dan FPTK Banten terus terjalin dan berkelanjutan. “Alhamdulillah, monitoring program Carbon Village melalui Konservasi Terumbu Karang di Pulau Badul dari PT Pelindo Banten hasilnya sangat memuaskan. Semoga, terus tumbuh dengan baik dan sehat, sehingga kelak ekosistem laut di wilayah ini terus terjaga keberadaannya,” ungkap Mamak.
Sementara itu, Pengurus FPTK Banten, Bidang Rehabilitasi, Mitigasi & Adaptasi, Andi Rully Pabenteng didampingi Koordinator Wilayah Badul-Sumur, Ruyadinata menuturkan, dari 350 rak/4.200 bibit yang ditransplantasi pada akhir tahun 2024 dan Februari hingga Mei tahun 2025, sebagian besar tumbuh dengan baik.
“Ada beberapa bibit yang terlepas dari ikatan di beberapa rak. Ada pula beberapa rak yang terbalik kondisinya. Ini kemungkinan besar disebabkan faktor besarnya ombak, sehingga ikatan lepas atau rak terbalik. Secara kasat mata, dari mulai dilakukan transplantasi hingga saat ini pertumbuhan di beberapa rak cukup bagus, bahkan bisa mencapai 20 cm dari kondisi awal bibit saat awal ditransplantasi,” katanya.
Baca Juga : Bersama KPP dan Komunitas Mahasiswa, FPTK Lakukan GRTK di Badul
Ketua FPTK Banten, Nurwarta Wiguna menuturkan, pasca-monitoring terumbu karang di Pulau Badul dari Program Carbon Village PT. Pelindo Banten tahun 2024-2025 tersebut hasilnya akan disampaikan/dilaporkan kepada institusi terkait.
“FPTK Banten belum memiliki SDM yang berkemampuan untuk menilai hasil monitoring karang. Kami hanya mendokumentasikan pertumbuhan karang per enam bulan/satu tahun sekali dan setiap tahunnya kami sampaikan laporannya ke Pemerintah Provinsi Banten melalui Forum SDGs Banten yang didalamnya terdapat dinas/unsur terkait seperti Dinas Kelautan dan Perikanan Banten,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Nurwarta mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PT Pelindo Regional 2 Banten dan LAZ Harfa yang telah mendukung upaya pelestarian terumbu karang di Banten secara konsisten dan berkelanjutan. (Adytia)



