Catatan Singkat di Hari Pers Nasional 2026

Mardiana Tirtalaksana, Sekretaris SMSI Kabupaten Pandeglang, yang juga Jurnalis Harian SatelitNews.

BINGAR.ID – Saat ini kita memasuki Era Konvergensi Media yaitu, dimana media tradisional, konvensional dan digital menghilang, terintegrasi menyeluruh dari konten, teknologi, industri, dan perilaku pengguna menjadi satu ekosistem yg terhubung erat.

Koran dan media cetak tradisional, kini mengembangkan platform digital seperti situs web, aplikasi mobile, dan akun media sosial.

Misalnya, banyak koran lokal & nasional memiliki kanal YouTube untuk tayangan video berita dan fitur interaktif seperti, komentar dan polling di artikel digital.

Baca Juga : Peringati HKN dan HPN, Bupati Lebak Ingatkan Semangat Kebangkitan Nasional

Perubahan pola konsumsi masyarakat yg akan semakin memilih konsumsi media on-demand dan personalisasi, sehingga membuat industri media (pers) harus dapat beradaptasi dengan kecepatan dan preferensi pengguna.

Untuk itu, wartawan harus memiliki kemampuan multi-platform; bisa menulis, mengambil foto/video, dan mengelola konten sosial sekaligus.

Memunculkan profesi baru seperti redaktur digital, dan spesialis analitik konten.

Era konvergensi ini telah menjadikan penyebaran informasi yg lebih cepat, yaitu berita bisa menjangkau masyarakat di seluruh Indonesia dalam hitungan detik, mendukung akses informasi yg lebih merata, terutama di daerah terpencil.

Baca Juga : Peringati HPN 2025, Aliansi OKP Lebak Gelar Unras di Dindik Lebak.

Karena, masyarakat sebagai pengguna dapat mengakses berbagai jenis media melalui satu perangkat (seperti ponsel pintar atau tablet), menggantikan koran fisik, radio, atau TV konvensional.

Selain itu, pengguna tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pembuat, penyebar, dan pengkritik konten melalui komentar, berbagi, dan konten buatan pengguna (UGC).

Satu konten dibuat dan disesuaikan untuk berbagai platform, misalnya berita yg muncul sebagai artikel teks, video liputan, infografis, dan topik diskusi di media sosial.

Baca Juga : Nyalakan Ratusan Lilin, Porwan Pandeglang Peringati HPN 2023

Selain itu, masyarakat yang memiliki ide-ide kreatif bisa memulai bisnis tanpa harus bergantung pada perusahaan besar, berkat platform pembuatan dan distribusi konten yg mudah diakses.

Banyak kreator konten Indonesia muncul dan sukses melalui platform digital, membuka peluang baru di industri kreatif tanpa harus melalui jalur konvensional.

Dan mereka ini juga, secara tidak langsung menjadi Citizen Journalist, yang tentunya jauh dari kaidah-kaidah jurnalistik.

Dampak positif bagi perusahaan media adalah, pendapatan media selain dari iklan konvensional, pers dapat mengandalkan pendapatan dari langganan digital berbayar, konten berbayar, dan kemitraan dengan brand untuk konten sponsori, layanan seperti pelatihan atau konsultasi jurnalistik digital.

Baca Juga : HPN 2021, Kemkominfo Dorong Media Massa yang Aktual, Faktual, dan Akuntabel

Era konvergensi memiliki masalah baru seperti, penyebaran berita palsu, perlindungan hak cipta, yg tentunya berdampak dalam menjaga kualitas jurnalistik. Serta bagaimana keberlanjutan bisnis media tradisional, menjadi isu penting yang perlu diatasi.

Disisi lain, wartawan dituntut menyajikan berita/informasi secara utuh dan berimbang. Ditengah gempuran Medsos/Buzzer/AI/Influencer dan sejenisnya. (*)

Penulis: MARDIANA TIRTALAKSANA

Sekretaris SMSI Kab. Pandeglang, yang juga Jurnalis Media Harian SatelitNews.

Berita Terkait

Berita Terbaru