Bangunan PKM Sumur Rusak, Pelayanan Pasien Dialihkan

Kondisi PKM Sumur sesaat setelah gempa, sehingga ruang perawatan pasien tidak bisa lagi digunakan, akibat puing-puing plapon yang runtuh. Istimewa

PANDEGLANG, BINGAR.ID – Gempa 6,6 Magnitudo yang berpusat di Kecamatan Sumur, membuat bangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Kecamatan Sumur rusak, khususnya bagian plafonnya yang ambrol, sehingga sejumlah ruangan di kantor itu tak bisa lagi digunakan.

Dampak dari kondisi tersebut, pelayanan kesehatan pun akhirnya dialihkan ke dua PKM tetangganya, yaitu PKM Cimanggu, dan Cibaliung. Seperti dijelaskan Kepala PKM Sumur, Eha Julaeha Syah saat dikonfirmasi mengatakan, saat gempa, ia dan sejumlah stafnya sedang berada di ruangan lantai 2.

Baca Juga : Dampak Gempa 6,7 Magnitudo, Ribuan Siswa di Cimanggu Terhambat Belajar

Beruntung ia dan stafnya berhasil keluar sehingga tak tertimpa plafon yang ambrol. Ia juga mengaku lega karena saat itu tak ada pasien rawat inap

“Oleh karena kejadian tersebut, sesuai instruksi dari Dinas Kesehatan maka pelayanan kepada warga dialihkan ke PKM Cibaliung dan Cimanggu sampai kantor kami ini sudah dibersihkan dan sudah aman lagi untuk ditempati,” katanya, Sabtu (15/1/2022).

Baca Juga : Kisah Warga Sumur Yang Mengais Sisa Reruntuhan Paska Gempa Magnitudo 6.6

Selain itu, terkait dengan adanya korban luka akibat gempa saat ini sudah ditangani oleh bidan desa setempat. Sementara ia dan 65 personel PKM lainnya tetap bersiaga sambil membereskan ruangan PKM sebisanya. Bila ada warga yang datang lantaran tak tahu PKM ditutup sementara maka akan dilihat dahulu. Bila memang penyakitnya ringan maka bisa dilakukan perawatan, namun bila membutuhkan perawatan lebih lanjut akan disarankan untuk ke dua PKM terdekat.

Baca Juga : Gempa Besar, Ribuan Warga Panik, Ratusan Rumah Rusak

Sementara itu, Kepala PKM Cimanggu, Iyat S mengatakan, pihaknya siap menerima pasien pindahan dari PKM Sumur pasca gempa. Namun hingga sehari setelah gempa, belum ada lonjakan pasien di PKMnya.

“Namun kami di PKM Cimanggu dengan kekuatan personel total sebanyak 66 orang khususnya yang di Unit Gawat Darurat (UGD) tetap siaga untuk mengantisipasi bila ada lonjakan pasien,” tandasnya.

Ditambahkan kepala PKM Cibitung Alik Wahyudi, sebagai salah satu PKM yang dekat dengan lokasi bencana, Tim Gerak Cepat (TGC) PKM Cibitung juga disiap siagakan dan merapat ke PKM Cibaliung sebagai PKM Satelit atau pusat koordinasi penanganan pasien korban bencana. (Chandra Dewi/Red)

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru