Alternative Pop Surabaya, Humidumi Digitalisasi Album Debutnya, Pathless

Humidumi

Humidumi resmi merilis album perdanya, Pathless secara digital.

SURABAYA, BINGAR.ID – Berbekal perjalanan di industri musik selama 6 tahun, band alternative pop Humidumi akhirnya melepas album penuh perdana yang berisikan 9 nomor bertajuk “Pathless” diberbagai gerai digital. Pembuatan album ini tidaklah singkat dan beberapa tembang yang ada di dalamnya telah diperdengarkan ke ruang publik sejak tahun 2018.

Qanita Hasinah, Irna Kurnia, Brilyan Prathama, Bimo Soerjoputro, Rizki Raja, dan Bobby Nur Cahya sebelumnya telah melepas album perdana mereka dalam bentuk kepingan CD di beberapa record stores yang tersebar di Pulau Jawa seperti Bandung, Jakarta, Tangerang, Malang dan tentunya Surabaya.

Baca juga: Band Metal Pandeglang, Opportunist Keluarkan Single Kedua, Plandemic (Narrow Minded)

Berbicara tentang album perdana mereka, Humidumi mengaku excited karena telah mencurahkan idealisme dalam bermusik di dalamnya.

“Karena album ini seperti kami sedang menarik batas diri kami ke tahap yang paling maksimal. Kami menuangkan semua yang kami dengar, suka dan rasakan di album ini. Terdengar egois karena ini melulu tentang kami tapi ini yang justru bikin excited,” ungkap unit tersebut.

Mendeskripsikan album “Pathless”sebagai penafsiran memori yang tidak terlalu dramatis, 9 nomor yang bisa dinikmati di album ini antara lain: “Nothing”yang menceritakan perjalanan hidup tanpa makna; “Again”di mana ada momen yang berdampak fatal jika diulangi;“Pathless” keingininan untuk ditemani dengan bentuk fisiknya saja; “Isn’t It A Pity”sebuah momen menertawakan diri sendiri; “Torture”lagu tentang ketakutan akan perasaan suka pada teman.

Baca juga: Unit Industrial Rock Bandung, HELMPROYEK Lepas Single “Insulin” Nan Getir

Lagu beranjak ke lagu “Time Tunnel” sebuah perjalanan waktu dengan berandai-andai menjadi orang lain; “Please”yang menantang diri untuk segera move-on dari hubungan lalu; “Haunted”yang berisi penyesalan akan hal-hal yang tidak terungkapkan; hingga “Sentimental Song”yang bercerita tentang perasaan sentimental tentang memori akan seseorang.

Meskipun tema dari lagu-lagunya variatif, namun dari segi eksplorasi musik, bebunyian, serta eksperimen melodi, ke-9 lagu tersebut memiliki kesatuan rasa yang menjadikan album tersebut terdengar lebih berani, lebih menantang serta lebih kaya dibandingkan rilisan Humidumi terdahulu.

Lagu “Torture”yang menceritakan perasaan tersiksa karena memendam rasa suka pada seorang teman, dipilih menjadi single andalan dalam perilisan digital album “Pathless” kali ini. Lagu tersebut sukses mencuri perhatian para editor kanal digital Spotify yang memasukkannya ke dalam berbagai playlist antara lain New Music Friday, Indienesia, Indie Shuffle, Skena Gres, hingga Borderless.

Baca juga: Band Alternatif Rock, “akan” Ubah Persepktif Negatif Jadi Positif Lewat Penerimaan

Bekerja sama dengan Yallfears dalam distribusi digital kali ini, keduanya berharap akan ada kerja sama yang lebih erat di masa depan. Album “Pathless” versi digital sudah bisa dinikmati di Spotify, Apple Music, Youtube Music, JOOX, dan berbagai layanan streaming digital lainnya. Tidak ketinggalan sajian video klip dari lagu terdahulu “Nothing”juga bisa disaksikan di akun Youtube Humidumi. (Ahmad/Red)

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru