Layani 2.447 Penerima Manfaat, SPPG Sindangresmi Serap Hasil Pertanian Lokal

SPPG

Para relawan SPPG Sindangresmi saat sedang membuat dan memasak menu MBG.

PANDEGLANG, BINGAR.ID – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Desa Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, yang melayani 2.447 penerima manfaat, dari 24 sekolah yang ada di wilayah tersebut, rupanya lebih memanfaatkan hasil pertanian lokal, untuk dijadikan bahan baku olahannya.

SPPG Sindangresmi selaku produsen Makan Bergizi Gratis (MBG) ini, telah menyerap hasil pertanian lokal rata-rata 150 kilogram Beras setiap harinya, serta Mentimun, sayur mayur, telur dan bumbu masak, yang dipasok oleh petani juga pemasok lokal.

Baca Juga : Puluhan SPPG di Kabupaten Pandeglang Terkena “Suspend” BGN

Akuntan SPPG Sindangresmi, Wildan, mengatakan, pembelian bahan pangan dari petani sekitar, dilakukan untuk memenuhi kebutuhan logistik dapur. Komoditas yang paling banyak diserap saat ini adalah Beras dan Mentimun.

“Komoditas yang paling banyak kami serap berupa timun dan beras. Setiap hari dapur ini membutuhkan kurang lebih sekitar 150 kilogram beras, dan puluhan kilo ketimun,” kata Wildan kepada wartawan, Jumat 30 Oktober 2026.

Baca Juga : SPPG Karya Bakti Bagikan 200 Paket Daging Qurban pada Warga Sekitar

Menurut Wildan, rata-rata setiap harinya kebutuhan logistik untuk SPPG Sindangresmi, mencapai sekitar Rp20,33 juta per hari. Sebagian kebutuhan tersebut dipenuhi melalui pemasok dan hasil pertanian dari wilayah sekitar.

Ia menyebut penyerapan produk lokal membuat petani memiliki alternatif pasar untuk menjual hasil panennya. Namun, ia menegaskan pembelian tetap disesuaikan dengan kebutuhan dapur dan ketersediaan komoditas.

“Petani tidak perlu jauh-jauh menjual ke pasar karena hasilnya bisa diserap dapur. Selain harga stabil, distribusi juga lebih cepat,” ujarnya.

Baca Juga : Wabub Lebak Resmikan Dapur SPPG Pertama di Rangkasbitung

Wildan mengatakan penggunaan bahan pangan dari wilayah sekitar juga menjadi bagian dari upaya SPPG untuk memenuhi kebutuhan bahan baku sekaligus melibatkan pelaku usaha dan pemasok lokal.

“Kami ingin memastikan bahan pangan yang digunakan berasal dari petani sekitar. Dengan begitu, kebutuhan program gizi terpenuhi dan ekonomi warga juga ikut bergerak,” katanya.

Saat ini, SPPG Sindangresmi melayani sekitar 2.447 penerima manfaat yang tersebar di 24 sekolah, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA sederajat.

“Alhamdulillah, saat ini yang sudah terlayani ada sekitar 2.447 orang yang tersebar di 24 sekolah, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA sederajat,” tutupnya. (Adytia)

Berita Terkait