SERANG, BINGAR.ID – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Banten menggelar peringatan Hari Kebudayaan 2026 di Kawasan Cagar Budaya Banten Lama, Sabtu (17/10/2026). Mengusung tema “Budaya Hidup, Indonesia Berdaya”, gelaran ini diisi sederet aksi nyata, mulai dari merawat situs bersejarah hingga sowan ke maestro tradisi.
Kepala BPK Banten, Swedhi Hananta menegaskan, pelestarian warisan leluhur tak bisa cuma dibebankan ke pemerintah, melainkan butuh keterlibatan aktif masyarakat luas.
Baca Juga : Transaksi SPKLU di Banten Naik 6 Kali Lipat Selama Mudik 2025
“Warisan budaya harus terus dikenali, dirawat, dan diwariskan. Lewat Hari Kebudayaan ini, kami buka ruang perjumpaan langsung, mulai dari mengunjungi maestro, merawat cagar budaya, menghidupkan tradisi, sampai memutar film edukasi lewat Bioskop Keliling,” kata Swedhi.
Baca Juga : Puncak Hari Santri 2026 di Lebak: Dari Karnaval Hingga Murak Liwet
Salah satu agenda krusial dalam peringatan ini adalah Kunjungan Maestro ke kediaman Abah Engkus Kusrani, tokoh pencak silat dan debus Banten penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2018. Sowan ini menjadi simbol penghormatan atas konsistensinya menjaga seni tradisi Banten lintas generasi.
Tak cuma itu, aksi bersih-bersih dan pemeliharaan cagar budaya turut menyasar dua cagar budaya megah, yakni Keraton Surosowan dan Benteng Speelwijk. Kegiatan ini menekankan pentingnya perawatan fisik peninggalan era Kesultanan Banten dan masa kolonial secara berkala.
Baca Juga : Peringati WCD 2026, Bupati Pandeglang Dorong Adanya “Bank Sampah”
Di area perayaan, pengunjung disuguhkan Aktivasi Warisan Budaya lewat panggung kesenian lokal dan pelbagai lokakarya interaktif. Warga diajak belajar membuat racikan jamu tradisional, kerajinan gerabah khas Bumi Jaya, mengolah kuliner lokal, hingga memainkan permainan tradisional. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pemutaran film sejarah lewat panggung Bioskop Keliling. (Ahmad)



