Menjaga Nyala Dakwah Melalui Kemandirian Ekonomi Syariah

DDII

Poto bersama usai kegiatan pengajian dan rakor pengurus DDII Kabupaten Pandeglang

PANDEGLANG, BINGAR.ID – Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Kabupaten Pandeglang, laksanakan pengajian perdana, yang sekaligus menggelar Rapat Koordinasi Pengurus, di Kompleks Mathla’ul Anwar Boarding School (MABS) Cimanuk, Selasa 13 Januari 2025.

Ketua DDII Kabupaten Pandeglang, Drs. KH. Zaenal Sholihin, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum strategis, untuk memperkuat sinergi dakwah, sekaligus merumuskan langkah konkrit penguatan ekonomi umat berbasis syariah, serta untuk meningkatkan sinergitas antar pengurus.

Baca Juga : PD DDII Pandeglang Masa Khidmat 2025-2030, Resmi Dilantik

“Dakwah tidak cukup hanya dengan semangat, tetapi harus dibangun dengan kebersamaan, perencanaan yang matang, dan komitmen yang terus dijaga. Sinergi antar pengurus adalah kunci agar program dakwah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat,” ujar KH. Zaenal Sholihin.

Acara yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB tersebut, dihadiri jajaran pengurus DDII, para da’i, akademisi, serta pegiat pemberdayaan umat. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Dewan Da’wah, dilanjutkan sambutan, pengajian, serta diskusi panel.

KH Zaenal pun mengajak seluruh peserta untuk menguatkan komitmen dalam membina umat, melalui kegiatan keislaman yang terarah dan berkesinambungan.

Baca Juga : Kembangkan Dakwah di Sekolah, Fornusa Pandeglang Lakukan Pengkaderan

“Hari ini kita menggelar rapat koordinasi sebagai bagian dari perencanaan langkah konkrit kita, untuk membangun Ekonomi Syariah sebagai Bahan Bakar Da’wah,” ucapnya lagi.

Diskusi panel menjadi salah satu sesi yang paling mendapat perhatian peserta, dengan narasumber pertama, H. Dedi Saeful, Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi dan UMKM DDII Kabupaten Pandeglang, yang mengakui bahwa kemandirian ekonomi merupakan penopang utama keberlangsungan dakwah.

“Bagaimanapun heroiknya mimbar dakwah, tanpa bahan bakar ekonomi yang kokoh, perlahan nyalanya akan meredup. Karena itu, Dewan Da’wah harus cerdas membaca dan mengelola potensi ekonomi yang ada di sekitar kita,” tegasnya.

Menurutnya, koperasi syariah menjadi salah satu instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi umat sekaligus menopang aktivitas dakwah agar lebih mandiri dan berdaya.

Sementara itu, narasumber kedua, H. Nur Aziz Hakim, SH, MH, M.Kn, Pembantu Rektor I Universitas Mathla’ul Anwar Banten, menekankan pentingnya dakwah yang kokoh secara nilai sekaligus adaptif terhadap dinamika masyarakat.

Baca Juga : Gandeng KU Mata Saruni, PGMA Gelar Baksos “Operasi Katarak Gratis”

“Dakwah harus tetap berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah, namun para da’i juga dituntut tampil elegan dan aktif di semua sektor kehidupan. Masyarakat kita heterogen, maka pendekatan dakwah pun harus cerdas dan membumi,” ungkapnya.

Dalam rapat koordinasi, para pengurus DDII Kabupaten Pandeglang membahas rencana pembentukan Koperasi Syariah Dewan Da’wah sebagai langkah konkret pemberdayaan ekonomi umat. Beberapa poin strategis yang dibahas meliputi besaran simpanan pokok dan wajib, bentuk koperasi, serta peluang usaha yang akan dikembangkan.

Hasil rapat menyepakati antara lain: 1) Simpanan pokok sebesar Rp500.000 dan simpanan wajib Rp50.000 per bulan, 2) Pelaksanaan simpanan dimulai pada Februari 2026, 3) Koperasi syariah bergerak di bidang serba usaha dan tidak melayani simpan pinjam, dan 4) Pembentukan tim khusus untuk menyusun perencanaan penataan dan pengembangan UMKM, dengan target penataan kawasan Alun-Alun Kabupaten Pandeglang melalui kerja sama lintas pihak.

Sesi tanya jawab berlangsung aktif dan konstruktif. Sejumlah peserta menyampaikan pandangan serta masukan terkait bentuk koperasi, sumber usaha, dan strategi penguatan ekonomi Dewan Da’wah agar berjalan profesional dan berkelanjutan.

Acara ditutup pada pukul 15.30 WIB dengan doa bersama, disertai harapan agar seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik serta memperoleh keberkahan dari Allah Subhanahu Wata‘ala.

Kegiatan ini menjadi penanda awal langkah DDII Kabupaten Pandeglang dalam merajut dakwah yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mandiri secara ekonomi, demi terwujudnya pembinaan umat yang berdaya dan berkelanjutan. (Adytia)

Berita Terkait

Berita Terbaru