Waspadai Bibit Siklon Tropis 96s di Selatan Banten

Siklon Tropis 962

Hasil analisis tersebut menunjukkan saat ini sistem “96S” memiliki tekanan udara minimum di pusatnya sebesar 1005 hPa dengan kecepatan angin maksimum 25 knot atau sekitar 45 km/jam. (Foto: ANTARA/Jessica Helena Wuysang).

JAKARTA, BINGAR.ID – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sedang memantau pertumbuhan bibit siklon tropis “96s” yang berada di Samudera Hindia, atau tepatnya sebelah Selatan Provinsi Banten.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menuturkan, berdasarkan analisis pada pukul 19.00 WIB, bibit siklon tersebut berada di 8.7 LS dan 105.3 BT, atau sekitar 350 km selatan barat daya Jakarta.

“Hasil analisis tersebut menunjukkan saat ini sistem “96s” memiliki tekanan udara minimum di pusatnya sebesar 1005 hPa dengan kecepatan angin maksimum 25 knot atau sekitar 45 km/jam,” katanya dalam keterangan rilis yang diterima Bingar, Minggu (6/12/2020).

Baca juga: BMKG Minta Warga Pesisir Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Selat Sunda

Dari hasil pemodelan cuaca numerik, bibit siklon tropis “96s” diprakirakan mengalami peningkatan kecepatan angin yang signifikan terjadi para hari Selasa, 8 Desember 2020.

“Bibit siklon tropis ini berpotensi menjadi siklon tropis pada Selasa malam atau Rabu pagi dengan pergerakan ke arah tenggara-selatan menjauhi wilayah Indonesia,” pesannya.

Guswanto melanjutkan, bibit siklon tropis “96s” ini mengakibatkan pertumbuhan awan hujan yang signifikan di sekitar wilayah Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Baca juga: BMKG: Puncak La Nina Bulan Desember

Melihat potensi tersebut, masyarakat diimbau waspada karena diprakirakan daerah-daerah tersebut berpotensi terkena dampak berupa hujan lebat dan angin kencang di sebagian wilayahnya.

“Cuaca ekstrem tersebut dapat menimbulkan dampak banjir, tanah longsor dan banjir bandang,” ujarnya.

Baca juga: Cuaca Tak Menentu, Produksi Ikan Asin di Pesisir Pandeglang Menurun

Selain itu, potensi gelombang laut dengan ketinggian 1,5-2,5 meter diprakirakan terjadi di wilayah Perairan Bengkulu dan potensi gelombang laut dengan ketinggian 2,5-4 meter diprakirakan terjadi di wilayah Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Bagian Barat dan Selatan serta Perairan Selatan Jawa.

Serta potensi gelombang laut dengan ketinggian 4-6 meter diprakirakan terjadi di wilayah Samudra Hindia Selatan Banten hingga Jawa Tengah. (Ahmad/Red)

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru