Tangkap Ikan Pakai Bom, Dua Nelayan Lampung Dibekuk saat Isi BBM

Bom Ikan Nelayan

Satpol Air Polres Pandeglang mengamankan dua nelayan asal Lampung yang kedapatan menangkap ikan pakai bom. (Bingar/Syamsul)

PANDEGLANG, BINGAR.ID – Dua nelayan asal Provinsi Lampung dibekuk Satuan Polisi Air (Satpol Air) Polres Pandeglang lantaran terbukti melakukan pengeboman ikan di perairan Sumur Kabupaten Pandeglang, Senin (23/8/2021).

Kapolres Pandeglang, AKBP Belny Werlansyah menyebut, keduanya ditangkap saat tengah malakukan pengisian bahan bakar di wilayah Kecamatan Sumur.

“Pengungkapan kasus bom yang biasa kita sebut bom ikan. Jadi yang bersangkutan berangkat dari Lampung menggunakan perahu . Tujuannya untuk menangkap ikan, lebih dari satu kali melakukan ini,” kata AKBP Belny.

Baca juga: Nelayan yang Hilang Disekitar PLTU Labuan Belum Ditemukan

Kasatpol Air Polres Pandeglang, AKP Dwi Hari menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan. Pasalnya, diduga masih ada nelayan lain yang kerap melakukan penangkapan ikan dengan cara merusak terhadap lingkungan.

“Tersangka ini AT (44) dan MD (43). (kami, red) masih terus akan melakukan pengembangan, masih ada kelompok-kelompok dari Lampung kemungkinan nanti akan dilakukan kembali di wilayah Sumur,”

Sementara seorang pelaku MD (43) mengaku bom yang ia gunakan merupakan hasil rakitan sendiri. Ditegaskannya, dalam melakukan aksinya tidak ada pihak lain yang menjadi pemodal. Sedangkan untuk ikan hasil tangkapannya ia jual di wilayah Pandeglang.

Baca juga: 3 Nelayannya Ditahan di Lampung, Kades Terate Tempuh Jalur Hukum

“Saya sendiri yang membuat, tidak ada (pemodal-red) dijual di Sumur paling dapat Rp3 juta. Teman saya (AT) penyelam,” tandasnya.

Akibat dari perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal 1 ayat 1 dan 3 Undang-Undang darurat republik indonesia nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman pidana selama 20 tahun penjara. (Syamsul/Red)

Berita Terkait