Program TJSL PLN Banten Diapresiasi Kementerian ESDM

PLN

Koordinator Humas dan Layanan Informasi Publik Kementerian ESDM, Pandu Satria Jati (kiri) bersama Senior Manager Perencanaan PLN UID Banten, Luky Artanti (kanan), ikut merasakan pengalaman proses pencelupan kain batik dalam kunjungan monitoring Program TJSL PLN UID Banten di Kawasan Batik Inklusif Rinara Cilegon.

CILEGON, BINGAR.ID – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten terus menghadirkan energi yang bukan hanya menerangi, tetapi juga memberdayakan. Komitmen ini ditunjukkan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang salah satunya mendukung pengembangan Kawasan Batik Inklusif Rinara di Cilegon.

Dalam kunjungan monitoring bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), serta PLN Group, terlihat langsung keberhasilan program pemberdayaan UMKM yang melibatkan kelompok rentan terdiri dari ibu rumah tangga dan anak-anak berkebutuhan khusus. Melalui program ini, mereka berkarya menciptakan batik khas Cilegon, sebuah identitas budaya baru yang lahir dari keberanian dan kemandirian kelompok rentan, sekaligus menjadi simbol produktivitas dan inklusivitas.

Baca Juga : Jangan Lewatkan Hari Terakhir Swacam Pakai PLN Mobile

“Kami ingin membuktikan bahwa listrik tidak sekadar menyalakan lampu, tapi juga menyalakan harapan. Semisal padan Batik Rinara Cilegon, listrik tidak sekedar menggerakkan mesin jahit, canting listrik, hingga kompor induksi tetapi juga mendorong pemberdayaan yang berdampak. Namun yang lebih penting, listrik menggerakkan hati dan semangat ibu-ibu serta anak-anak istimewa untuk berkarya. Inilah energi yang sesungguhnya,” ujar General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, Jumat (29/8/2025).

Keberhasilan program ini terasa nyata. Jika dulu butuh tiga bulan untuk menghasilkan 100 lembar batik, kini hanya satu bulan berkat dukungan peralatan berbasis electrifying lifestyle. Lebih membanggakan lagi, siswa Sekolah Kebutuhan Khusus (SKH) 01 Cilegon bernama Iman berhasil meraih medali dalam lomba membatik tingkat provinsi hingga nasional.

Baca Juga : GM PLN UID Banten Terima Award Layanan Pelanggan dari Hermawan Kertajaya

“Setiap goresan batik mereka adalah kisah perjuangan, keberanian, dan cinta budaya. Kami di PLN merasa terhormat bisa mendampingi perjalanan ini,” kata Joharifin.

Joharifin menegaskan bahwa keberhasilan Batik Rinara menjadi cerminan pentingnya program TJSL yang tidak hanya berjalan sesaat, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Baca Juga : PLN Terangi Semangat Pelestarian Laut dan Pengembangan Mangrove Nasional

Koordinator Humas dan Layanan Informasi Publik Kementerian ESDM, Pandu Satria Jati menegaskan, kunjungan monitoring ini penting untuk memastikan program TJSL PLN benar-benar berdampak pada masyarakat.

“Kami mengapresiasi PLN UID Banten yang mampu menghadirkan program inklusif dengan nilai kemanusiaan tinggi. Batik Rinara bukan hanya mendukung UMKM, tetapi juga membuka ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk berkembang. Inisiatif seperti ini sangat layak menjadi inspirasi bagi pengembangan program TJSL lainnya,” ujar Pandu.

Program Batik Rinara bahkan sudah menorehkan prestasi, dengan meraih penghargaan GOLD dalam ajang Bina Mitra UMKM 2024. Ke depan, PLN UID Banten memastikan pendampingan berkelanjutan agar Batik Rina bisa menembus pasar nasional dan menjadi ikon inklusivitas Banten. (Ahmad)

Berita Terkait