Nakes Masih Ragu, Vaksinasi di Pandeglang Belum Capai Target

Vaksinasi di Pandeglang

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Pandeglang, Achmad Sulaeman. (Ahmad/Bingar)

PANDEGLANG, BINGAR.ID – Realisasi program vaksinasi di Kabupaten Pandeglang belum sesuai target. Dari 5.640 dosis vaksin yang diterima dari Pemprov Banten untuk 2.622 tenaga kesehatan (nakes) baru dipakai 1.749 dosis pada tahap I dan 79 dosis yang terpakai pada tahap II.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Pandeglang, Achmad Sulaeman menyebut, vaksinasi di Pandeglang baru tercapai sekitar 66 persen. Saat ini masih tersisa 3.810 vaksin lagi.

Baca juga: Belum Ada Sosialisasi, Masyarakat Tolak Divaksin

Dari data yang tercatat, 370 nakes harus ditunda karena memiliki komorbid seperti hipertensi dan diabetes. Sementara 721 lainnya tidak divaksin karena lansia dan beberapa diantaranya bahkan menolak lantaran masih meragukan manfaat vaksin.

“Selama ini memang ternyata di nakes sendiri menjadi tugas berat. Saya pikir nakes punya kesadaran yang tinggi untuk divaksin. Tapi ternyata perlu edukasi terhadap nakes,” katanya, Selasa (9/2/2021).

Sulaeman menyayangkan perihal masih ada nakes yang enggan divaksin karena khawatir dengan dampak yang akan dirasakan. Padahal semula diharapkan nakes bisa menjadi contoh untuk meyakinkan masyarakat agar mau divaksin.

“Belum terinformasikan dengan baik sehingga mereka berfikir dulu. Nah itu yang akhirnya ditunda,” sambungnya.

Baca juga: Masyarakat Pandeglang yang Tolak Vaksin Tak Akan Disanksi

Namun dia menegaskan, para nakes itu akan tetap diarahkan untuk divaksin. Pemerintah punya kesempatan untuk mengejar target vaksinasi terhadap seluruh nakes hingga akhir Februari mendatang.

Bukan hanya mereka yang menolak, nakes yang sudah lanjut usia pun tetap ditargetkan mendapat jatah penyuntikan vaksin. Mengingat kini sudah dilakukan ujicoba keamanan vaksin bagi lansia.

“Jangan khawatir, karena ini ada kategori yang ditunda dan tidak diberikan. Yang komorbid akan diterapi dulu. Kami akan mengejar agar angka ini naik terus dan ditargetkan akhir Februari selesai,” terangnya yakin.

Baca juga: Jalani Vaksinasi Kedua, Irna: Alhamdulillah Lancar

Berkaca penolakan vaksin dari nakes, lanjut Sule, pihaknya akan mengoptimalkan penyuluhan terlebih dahulu kepada petugas pelayan publik, sebelum digelarnya vaksinasi tahap dua nanti yang diharapkan bisa dilakukan pada bulan Maret.

“Untuk tahap dua, kami akan lebih tekankan sosialisasikan dulu kepada petugas pelayanan publik untuk bisa menjadi contoh,” tutupnya. (Ahmad/Red)

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru