Disumbang Ratusan Ribu Masker, Edi Harapkan Bantuan Rapid Test

Direktur Produksi Krakatau Steel, Djoko Muljono menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Walikota Cilegon, Edi Ariadi (Istimewa)

CILEGON, BINGAR.ID – PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk. menyumbang 267.000 buah masker kepada Pemerintah Kota Cilegon. Ratusan ribu masker itu, diperuntukkan bagi tenaga medis yang ada di Kota Baja.

Direktur Produksi Krakatau Steel, Djoko Muljono mengatakan, penyerahkan bantuan kepada Pemkot Cilegon berupa alat medis untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 di Kota Cilegon.

“Pada kesempatan ini kami menyerahkan beberapa alat medis untuk pelindung masyarakat dari Covid-19. Untuk tenaga medis di Cilegon,” kata Djoko usai menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Walikota Cilegon, Edi Ariadi Jum’at (8/5/2020).

Tidak cuma masker, perusahaan baja plat merah itu juga turut menyumbang puluhan ribu sarung tangan medis untuk membantu menangani pasien Covid-19.

“Ada tiga jenis bantuan masker yang diberikan untuk tenaga medis di Kota Cilegon. Makser Surgical sebanyak 240.000, KN 95 sebanyak 10.000 masker dan PM 2,5 sebanyak 3.000 Masker. Selain itu, kita juga memberikan bantuan sebanyak 14.000 sarung tangan,” ujar Djoko.

Sementara Walikota Cilegon Edi Ariadi berharap, bantuan masker bukan hanya untuk tenaga medis semata. Namun juga untuk masyarakat. Akan tetapi, dia menegaskan akan segera menyalurkan bantuan tersebut kepada tenaga medis di Cilegon.

“Yah saya sih sebetulnya ingin ke masyarakat juga yah, karena masyarakat ini kan masih kurang patuh terkait pencegahan Covid-19. Seperti menggunakan masker dan lain sebagainya, sehingga kita harus memiliki mana yang untuk tenaga medis dan mana yang untuk masyarakat,” kata Edi.

Meski disumbang ratusan ribu masker dan puluhan ribu sarung tangan medis, namun sebetulnya Edi berharap ada pihak lain yang membantu Pemkot dalam pengadaan alat uji cepat atau rapid test. Hal itu sebagai upaya untuk memastikan bahwa masyarakat Cilegon tidak terkena virus Corona atau Covid-19.

“Yang diinginkan kita sih dapat melakukan rapid test kepada masyarakat. Karena, masyarakat juga ingin tahu mereka positif atau tidak. Apalagi, rapid test ini kan cukup mahal juga biayanya,  kalo bisa kita lakukan secara gratis ya akan kita lakukan,” tutup Walikota. (Ahmad/Red).

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru