Data Penerima Bansos di Dua Kecamatan yang Ada di Pandeglang Tumpang Tindih

Ilustrasi (Istimewa)

PANDEGLANG, BINGAR.ID – Pemerintah mulai menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap I kepada masyarakat terdampak virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Pandeglang.

Kabupaten Pandeglang sendiri mendapat kuota BST sebanyak 54.800 Kepala Keluarga (KK). Sayangya, dalam perjalanan pencairan BST ditemukan tumpang tindih data penerima.

Di Kecamatan Bojong misal, disana ditemukan data ganda penerima bantuan sosial. Seperti penerima PKH, BPNT dan Jamsosratu masih mendapat BST sebesar Rp600 ribu dari Kementrian Sosial (Kemensos).

Tenaga Kesejahtraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Bojong, Toton menyebut, ada sekitar 48 persen penerima BST yang diusulkan Desa tidak masuk data By Name By Adres atau BNBA yang di kirim oleh Kemensos.

“Iya data usulan dari Desa-desa engak ada yang masuk BNBA yang di kirim dari pusat. Ada sekitar 48 persen mah yang tidak sesuai,” kata Toton saat dihubungi Bingar.id, Selasa (12/5/2020).

Sementara Camat Bojong, Endin Haerudin mengakui bahwa banyak data yang ganda. Bahkan satu Desa saja mencapai 19-20 penerima yang ganda. Selain ganda, orang yang sudah meninggal pun mendapat bantuan.

“Yang dobel data (Penerima) ada. Kalau penerima yang meninggal dunia masih bisa di cairkan oleh ahli warisnya. Saat ini kita masih merekap yang bisa dicairkan dan yang tidak. Nanti yang tidak, kita kembalikan suratnya ke kantor POS,” kata Endin.

Selain di Kecamatan Bojong, kekeliruan data penerima BST pun terjadi di Kecamatan Labuan. Penerima BPNT disana juga terdaftar sebagai penerima BST Kemensos.

Hal ini dibenarkan oleh TKSK Kecamatan Labuan, Adnan. Menurut dia, pihak Kecamatan masih terus melakukan verifikasi dan validasi data agar bantuan ini benar- benar tepat sasaran.

“Ada disini (Kecamatan Labuan) istrinya dapat BPNT, suaminya dapat BST. Inikan tidak boleh, makannya kami terus lakukan verifikasi dan validasi data BNBA,” jelasnya.

Camat Labuan Ace Januji mengaku akan memanggil seluruh kepala desa (Kades) di wilayah Kecamatan Labuan untuk pencocokan data. Karena menurutnya, Kades lebih tahu persoalan data di bawah.

“Hari ini (Siang) kita panggil semua Kades, persoalan data ini Kades lebih tahu. Saya yakin dobel data ini, bukan hanya di Labuan tapi di semua Kecamatan yang ada di Kabupaten Pandeglang,” pungkasnya. (Fauzan/Red)

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru