PANDEGLANG, BINGAR.ID – Pengurus Wilayah Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (PW DDII) Provinsi Banten, secara resmi melantik jajaran Pengurus Daerah (PD) DDII Kabupaten Pandeglang, Masa Khidmat 2025–2030, di Aula Ponpes Irsyadul Ibad, pada Senin 29 Desember 2025.
Pelantikan PD DDII Kabupaten Pandeglang yang berlangsung cukup khidmat, teduh, dan sarat makna dakwah ini, dihadiri para alim ulama, tokoh umat, para asatidz, serta mitra dakwah. Kehadiran unsur pimpinan Dewan Da’wah Provinsi Banten menjadi suntikan ruh perjuangan sekaligus penguat moral bagi para pengurus yang akan mengemban amanah dakwah di Kabupaten Pandeglang.
Baca Juga :
Mengawali rangkaian acara, KH. Abdi Sumaithi, Lc., MA., salah satu tokoh umat Banten yang hadir, berkenan memberikan arahan kepada segenap pengurus, sebagai pengantar yang menghangatkan suasana, sekaligus meneguhkan orientasi dakwah yang berimbang antara keislaman dan kebangsaan.
“Dakwah dan kebangsaan tidak boleh dipisahkan, bahwa politik harus senantiasa dijaga dalam bingkai amanah, akhlak, dan tanggung jawab moral di hadapan Allah SWT dan umat,” tegas KH. Abdi Sumaithi, Lc., MA.
Selain KH. Abdi Sumaithi, sambutan pembuka acara pun dilanjut oleh Abd. Wahid Al-Faqier, selaku Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Sekretaris Dewan Da’wah Kabupaten Pandeglang dan Pimpinan Pondok Pesantren Riyadussalam-Mandalawangi, Pandeglang.
Baca Juga :
“Pelantikan ini bukan sekadar agenda organisatoris, melainkan momentum penguatan niat dan tanggung jawab sejarah, dalam melanjutkan dakwah yang berakar pada ilmu, akhlak, dan keteladanan,” ucapnya.
Kegiatan pelantikan PD DDII yang mengusung tema “Meneguhkan Dakwah, Menguatkan Umat, dan Merawat Bangsa” ini, menegaskan komitmen Dewan Da’wah untuk menghadirkan dakwah yang tidak berhenti pada retorika mimbar, tetapi hadir membimbing umat, merawat persatuan, serta berkontribusi nyata bagi keutuhan bangsa.
“Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, derasnya arus informasi, melemahnya adab publik, serta meningkatnya polarisasi, dakwah dituntut tampil lebih jernih, ilmiah, dan meneduhkan,” tambah Abd. Wahid.
Baca Juga :
Kabupaten Pandeglang yang dikenal religius dan kaya tradisi keislaman, dipandang sebagai ladang dakwah yang meniscayakan kerja terstruktur, berkesinambungan, dan bersandar pada hikmah serta kearifan lokal.
Karena itu, pelantikan pengurus ini dimaknai sebagai ikrar bersama untuk melanjutkan estafet perjuangan para ulama, merawat umat dengan kasih sayang, dan menjaga bangsa agar tetap berakar pada nilai iman, adab, dan keadilan.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah dipimpin oleh Sekretaris Dewan Da’wah Provinsi Banten, Drs. H. Jazuli Mukri, M.Pd. Sementara amanah pelantikan disampaikan oleh Ketua Dewan Pertimbangan Dewan Da’wah Provinsi Banten, Dr. H. Khatib Rasyid.
Dalam amanahnya, Dr. H. Khatib Rasyid mengingatkan, bahwa dakwah adalah jalan yang sulit, licin, dan penuh duri, tidak semua orang siap melaluinya. Beliau mengisahkan bagaimana Rasulullah Saw. mengorbankan harta, jiwa, keluarga, dan sahabat-sahabat terbaiknya demi menunaikan amanah dakwah.
“Jalan pengorbanan itu, dilanjutkan oleh para sahabat, tabi‘in, tabi‘ut tabi‘in, hingga para ulama sepanjang sejarah, yang berjuang menegakkan tauhid dan membela dakwah, semata-mata sebagai amanah dari Allah SWT,” tambahnya.
Dalam laporan panitia kegiatan, dari 75 pengurus yang diundang, sekitar 80 persen hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai. Meski pada kesempatan ini, undangan kepada unsur Pemerintah Daerah dan organisasi keislaman, serta kebangsaan belum dapat disampaikan secara administratif, karena bertepatan dengan masa libur bersama, hal tersebut tidak mengurangi kekhidmatan acara.
“Meskipun yang hadir dalam acara ini hanya sekitar 80 persen, tetapi yang pasti bahwa Dakwah tidak diukur dari ramainya kehadiran, melainkan dari keikhlasan niat, lurusnya tujuan, dan kesungguhan khidmah,” papar panitia.
Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah DDII Kabupaten Pandeglang terpilih, KH. Ace Zaenal Sholihin, yang juga Pimpinan Mathla’ul Anwar Boarding School (MABS) CImanuk Pandeglang, mengajak seluruh pengurus untuk bahu-membahu menjaga amanah dakwah, memperkuat soliditas internal, serta bersungguh-sungguh mensukseskan program kerja di masing-masing bidang selama masa khidmat 2025–2030. (Adytia)


